Showing posts with label personal. Show all posts
Showing posts with label personal. Show all posts

Monday, May 9, 2011

09 May

another family pix


Terima kasih Tuhan,

semoga di setiap tanggal dan bulan ini akan selalu jadi pengingat umur dan 'alarm' untuk selalu setia pada komitmen.

selamat tambah tua untuk saya dan selamat terus berjuang untuk pernikahan kami :)

Monday, April 18, 2011

Akhir pekan

Matteo sibuk sekali weekend ini. Biasanya setiap akhir pekan cuma guling-guling di rumah saja. Makan-tidur-ngedot-main-pup. Gitu aja terus sampai mama bosen ndusel-ndusel. Hehe.

Hari Sabtu yang super puanass itu, kita putuskan untuk berenang di dekat komplek rumah mbah seperti yang dulu pernah. Yipiii main air!

Agak pesimis juga Matteo terakhir berenang sudah lama sekali, waktu umur 5 bulanan. Itupun masih pakai neck ring. Seperti biasa baba sudah siap meniup ban renang untuk Matteo biar tidak kelelep.

aaa..mamaku kelelep


Cuma saya dan Matteo yang masuk ke kolam. Baba dan mbah leyeh-leyeh di pinggir sambil foto-fotoin kita yang asik berenang.


gini ma caranya aku ajarin..splish! splash!


Ternyata ada yang betah dengan kegiatan main air cibang cibung ini. Sampai 30 menit lebih! Dan kaki saya sudah gempor gara-gara terlalu lama berjongkok di kolam cetek khusus anak kecil.

.......................................................................................

Hari minggu seperti biasa kita pergi ke gereja. Saya menemani Matteo sekolah minggu yang lagi-lagi dia malas-malasan tiduran di atas karpet sambil ngedot, sementara kakak-kakak dan teman-teman seusianya asyik bernyanyi dan melompat-lompat. Hmmm kenapa ya anak ini kok jagoan kandang?

Pulang gereja gantian kita ke rumah eyang. Disana Matteo puas mainan kelinci yang sengaja eyang pelihara untuk cucu-cucunya setiap kali berkunjung.

kenapa kelinci eyang ga suka kangkung ma?


Puas main di rumah eyang, kita pulang. Eh mampir dulu di Purrel Kids Salon mau potong rambut Matteo yang sudah kayak singa kecilnya Jojo Circus. Hihihi. Ini pertama kali Matteo potong rambut di Purrel.

Ternyata datang jam 3 sore adalah paling pas karena tidak antri dan mas tukang cukurnya gesit, bisa selesai sebelum Matteo rewel. Iya Matteo paling rewel kalau diselimutin alas kain yang lebar itu karena tangannya tidak bisa keluar bebas.

ngengg..ngengg...ma aku ga suka pakai jubah merah inii


Setelah cukur rambut, kita makan dulu di Resto Mandala, karena ingat Matteo yang lagi susah makan beberapa hari ini. Mungkin bubur ayam Mandala yang enak banget ini bisa dicoba, siapa tahu dia doyan. Eh bener loh lumayan masuk lebih dari 5 sendok bayi. Huhuy saking senangnya sampai lupa foto.


Kolam Renang Kompleks Kedoya Permai

HTM: Rp.30,000/orang (anak & dewasa)


Purrel Kids Salon

Jl. W. Monginsidi 64A Kby Baru-Jaksel

Tel: 021-7267759



Resto Mandala

Jl. W. Monginsidi 80 Kby Baru-Jaksel




Tuesday, January 11, 2011

11 bulan


anakku,

cepat sekali ya waktu, seperti baru kemarin mama belajar membedongmu..
kini ocehan, tepuk tangan, dan memanjat pun kamu bisa
hari ini lebar senyum mama, karna kamu makin 'ndut dan ceria
masih ingat kan bulan kemarin mama, baba, dan kamu berjuang bersama,
dan kita berhasil melewatinya...

Ya anakku sayang,
ke depan, masih menunggu cerita seru yang akan kita lewati
untuk saat ini, melihatmu sehat dan tumbuh pintar adalah hadiah yang paling berarti

Selamat ulang bulan Matteo,
my one and only..


*neverending kisses*
mama :)

Wednesday, December 22, 2010

Untuk mama



Untuk mama,

yang mengirimiku doa, memberi nasihat dan restu, saat aku memulai hidup baru…
yang menemaniku ketika sibuk meringis menahan sakit, menjelang persalinan…
yang mengorbankan sebulan waktunya, membantuku urus bayi pertama kali…
yang tiba-tiba memijat kakiku tengah malam, dan aku terharu diam-diam…
yang selalu ada, ketika rumah tangga ini dalam status “darurat”…
yang serba bisa, tapi tak pernah menuntut apapun dariku..

Untuk mamaku yang hebat itu, kuucapkan Selamat Hari Ibu
Terima kasih atas ketulusanmu,
Kasih sayangmu,
Pengorbananmu,
sepanjang waktu…


*dedicated to my MIL

Friday, February 12, 2010

Cerita kelahiran Matteo


Saya takut suatu hari terserang amnesia dan ketika Matteo tanya "mama, cerita dong gimana aku lahir?" tiba-tiba jidat saya berkerut tujuh dan tidak ingat sama sekali. Maka saya taruh disini sedikit cerita tentang kelahiran Matteo, supaya kelak kalau Matteo sudah besar, bisa baca sendiri atau kalau kangen mama bisa klik blog ini ya nak :)

Rabu, 10 Februari 2011

Setelah cuti seminggu dan belum ada tanda-tanda melahirkan, saya putuskan untuk ke kantor saja hari ini daripada khawatir liat si bos yang spaneng sejak saya cuti, dikit-dikit ditelepon hihihi. Lagipula hari ini jadwal cek dokter, jadi sekalianlah ke RS dulu setelah itu baru mampir ke kantor.

Di RS dokter bilang posisi janin belum turun benar, saya harus banyak jalan katanya. saya nyengir aja sambil 'lempar bodi' ke suami, "abis suami sibuk sih dok, gak ada yang nemenin..." Ternyata saya salah, harusnya jangan bilang itu, karena akibatnya saya 'disiksa' suami sendiri.

Setelah mampir ke kantor sepulangnya dari RS, saya disuruh ganti baju yang nyaman karena sore ini suami mau nemenin jalan kaki. horeee! Awalnya sih menyenangkan jalan pelan-pelan sambil lihat kesibukkan jalan pas jam pulang kantor. Sekitar 15 menit jalan kaki, keringat saya sudah bercucuran. sudah pastilah! bawa perut segede gendang gini plus siluet udel bodong yang mencuat dari balik kaos udah pasti banyak orang ngeliatin. *gak ge-er sih tapi malu* :(

Asli saya disiksa suami sendiri! katanya suruh terus jalan sampai jam abis magrib biar posisi bayinya cepat turun. huaaa tapi saya haus! dan suami gak peduli (tega ya :p) kaki sampai pegel pun tetep diantepin jalan setelah diiming-imingin nu green tea dingin! hahhaha.

Sampai rumah saya basah kuyup keringetan dan langsung mandi. saya minta dibikinin martabak mie sama suami, dan suami pun bikin dua kali saking saya kelaparan-1 porsi ga cukup! ahahah! gantian dikerjain...

Selesai makan malam, kita tidur cepat karena sama-sama kecapekan jalan kaki. Sekitar jam 2300 saya kebangun karena seperti 'pipis di celana'. Suami ikut bangun karena memang belakangan tidurnya sudah tidak nyenyak waspada takut saya tiba-tiba mules.

Setelah dicek ternyata celana dalam saya penuh lendir. Saya telfon dokter katanya suruh ke RS saja untuk diobservasi. Kita ganti baju, bawa tas travel keperluan bersalin, dan naik taxi ke RS. Karena jarak RS ke rumah yang lumayan, maka diputuskan untuk nginep saja di RS.

Perpaduan antara exciting plus gugup bikin saya gak bisa tidur. Saya pikir setelah 'pipis' di celana lalu mules dan selanjutnya persalinan. ternyataaaa... perjalanan melahirkan masih lama.


.........................................................................................


Kamis, 11 Februari 2011

Suster bilang kalau bukaan saya masih di posisi 2 dan disarankan untuk jalan bolak-balik lorong RS atau jalan di kamar. oh tidaaaakk jalan lagi??? yahh demi bukaan biar nambah, akhirnya saya bolak-balik lorong kayak orang bingung.

Jam 1200, suster cek posisi dan dengan lempengnya bilang kalau saya masih di bukaan 2. wattt??? antara gak percaya dan mau nangis rasanya. saya mau buru-buru bersalin biar gak terus-terusan jalan. saya ngantuk.

Jam 1600, suster cek dalam lagi, kali ini nambah-jadi bukaan 3. iya cuma naik 1. masih antara ngantuk, takut, kesal saya tetap terus berdoa minta supaya diberi mules segera.

Jam 1700, papa-mama dan suami menemani saya berdoa bersama. doa saya dikabulkan. selama doa berlangsung tiba-tiba saya mules hebat. aduhh itu rasanya asik banget. mulesnya hilang timbul gitu huhuhu. begitu mules hilang saya komatkamit minta diberi kelancaran proses bersalin normal, dan kekuatan karena kondisi saya yang ngantuk berat akibat ga bisa tidur semalaman.

Jam 1710, pecah ketuban. saya digiring ke ruang operasi. nafas gak beraturan. rumus nafas yang baik dan benar tiba-tiba hilang dari kepala. kata suster sudah bukaan 7. suster telfon dokter yang katanya sudah di jalan mau jemput anaknya di sekolah. sambil menunggu dokter datang, saya dan suami terus berdoa minta ketenangan biar saya tidak panik. Dokterrr cepatlah kau dataaanggg...

Jam 1735, dokter datang. tapi saya sudah gak tahan ingin mengejan. muleeessnyaaa luar biasa. suster kasih visualisasi cara pernapasan yang benar. dan kadang-kadang saya gagal bukannya tarik napas malah mengejan. hwaaaaaa bubar semua pelajaran bernafas selama di kelas senam hamil dulu. fiuh.

Semua peralatan sudah siap. suster dua di kiri-kanan saya selalu mengingatkan untuk atur nafas dan dokter yang kasih aba-aba kapan harus mengejan. seingat saya, saya hanya mengejan 3 kali tarikan dan......

Jam 1745, Matteo lahir. lengkap. sehat. PUJI TUHAN. Suster bilang proses persalinan saya termasuk cepat dan lancar. kata suster "wah ibu hebat ngedennya kuat, pinter berarti pelajaran senam hamilnya kepake". saya cuma meringis. entah berapa jahitan nantinya. terserah. saya pasrah.

Matteo dibersihkan dan diletakkan di atas dada saya. Perhatian saya benar-benar teralihkan, dengan Matteo yang masih merah di atas dada saya, dokter beraksi menjahit jalan lahir. Saya sendiri lumayan ngantuk luar biasa dan sepertinya semua terjadi begitu cepat.

sekitar 15 menit dokter selesai menjahit, matteo pun diambil suster untuk disinar. lalu saya disuruh istirahat tapi anehnya saya tidak bisa tidur sedikitpun karena ingat terus kejadian yang baru saja saya alami padahal saya ngantuk dan lemas kecapekan.

Malam itu kamu tidur di samping mama untuk pertama kalinya, dan mama takut mau tidurnya kebablasan gak dengar suara kamu nangis minta ASI. baba tidur pulas di sofa, capek juga menemani mama operasi, syukurlah stresnya sudah hilang.

Jadi begitu ceritanya nak..., mama bersyukur semuanya berjalan lancar, kamu terlahir lengkap dan sehat. dan kareana kami baru kali ini menyandang jabatan baru sebagai orangtua, doakan selalu ya semoga kami bisa jadi orangtua yang baik dan benar... amin.