Showing posts with label holidays. Show all posts
Showing posts with label holidays. Show all posts

Tuesday, October 16, 2018

Seminggu di seputar Kawaguchiko dan Tokyo

Akhirnya, saya kembali dari hiatus yang panjang.

Postingan saya terakhir adalah di tahun 2016, dan sekarang sudah lewat pertengahan tahun di 2018. Lumayan lama juga ya bobok nya. Penyebabnya bukan karena lupa password blog ini, tapi karena telanjur asyik dengan sosial media yang lain. Lagipula ada pekerjaan yang agak sulit ditinggalkan untuk sekedar menulis blog. Jadinya lama kelamaan malas nulis.

Sebenarnya tidak ada di agenda saya tahun ini pergi liburan ke Jepang. Semua terjadi mendadak saja gara-gara teman dekat saya, dia yang semacam 'adrenalin junkie' kalau nemu tiket pesawat promo murah kemana saja. haha

Bulan Mei ini Air Asia buka penerbangan langsung nonstop 7 jam Jakarta-Narita. Teman dekat saya tadi iseng-iseng buka laptopnya, sementara saya di meja sebelah lagi fokus dengan kerjaan. Tiba-tiba dia dengan semangat bilang kalau ada promo tiket ke jepang cuma 1.6 juta. Awalnya saya kurang tertarik karena mikir anak-suami yang bakal ditinggal di rumah, belom lagi ijin kantor, dll. Eh tapi pada akhirnya saya berjodoh ikut ke Jepang selama 7 hari dengan harga tiket yang lumayan murah. Itulah ya, if its meant to be, it will be...

Setelah dapat tiket pesawat, selanjutnya pengurusan visa karena paspor saya bukan e-paspor alias paspor biasa. Dibantu teman saya itu, dokumen-dokumen pengajuan visa pun beres. Tinggal janjian pergi bareng ke agen yang mengurus visa jepang, namanya VFS lokasinya di Lotte Shopping Avenue lantai 4. Pengurusan visa ini mudah dan cepat, hanya 5 hari kerja dan dikenakan biaya 500ribuan (lupa angka tepatnya berapa).

Salah satu tempat yang ingin kita datangi di sana adalah Shibazakura Festival yang berlokasi di sekitar Fuji-san berkisar antara pertengahan April sampai Mei. Semoga bisa terwujud lihat bebungaan sakura pink cantik bermekaran.

Begini kira-kira itinerary perjalanan kita kemarin:

12 Mei 2018, Berangkat dari Soetta Terminal 3 ke Narita
Pesawat take off jam 23:00. Kita bobo selama di perjalanan. Kira-kira jam 10 pagi (waktu Jepang) kita sampai di Narita. 

13 Mei, tiba di Narita Airport, naik bis menuju Tokyo Station untuk ganti bis lagi menuju Kawaguchi Station. Kira-kira kita sampai di Kawaguchi Station jam 4 sore, dan cuaca hujan saat itu. Untungnya hotel tempat kita menginap tidak jauh dari station. Kita menuju hotel dengan sedikit baju agak basah karena kehujanan. Tak apalah yang penting bisa mandi dan istirahat. Nama penginapannya Guesthouse Fujinokura Kawaguchiko. Kita menginap selama 2 malam di sini. Karena hujan terus sepanjang malam dan tidak bisa kemana-mana, akhirnya kita makan malam di restoran tempat kita kita menginap. Menunya ramen panas semangkok. Ditutup dengan minum sake, merayakan akhirnya sampai juga kita di Jepang dengan selamat. haha.

Apa kesan pertama buat saya begitu tiba di Jepang? Toiletnya canggih. 
Sampai butuh waktu lama buat saya liatin tombol pencetan dan fungsinya satu persatu. Ada tombol untuk Stop, tombol bidet, tombol pengering bokong, tombol musik kalau pas di toilet buang hajat berisik, tombol cebok area bokong pun ada lengkap dengan pengaturan kencang lembutnya semprotan! hahah keren amat ya. Belum lagi tisu toilet bisa langsung dibuang dan larut diflush tanpa bikin toilet tersumbat dan mengurangi timbunan sampah. Sungguh teknologi yang amat canggih.


14 Mei, bangun pagi disambut cuaca cerah habis hujan semalaman.
Agenda kita hari ini adalah muter-muter seputaran Kawaguchiko naik bus, melewati dua danau, Danau Kawaguchiko dan Danau Saiko, plus pemandangannya yang cantik. Lalu kita turun di Iyashi No Sato. Di sini semacam desa dimana rumah asli penduduk jepang dilestarikan dan sudah berubah fungsi menjadi museum, toko suvenir, galeri dan restoran. Serunya di salah satu rumah ini menyewakan kimono seharga 1000 yen dan kita bisa pinjam sambil foto-foto cantik dengan latar belakang pemandangan dan Fuji-san yang indah itu.

Setelah puas foto-foto dan makan siang, kita lanjut naik bis balik ke Kawaguchi Station lalu beli tiket kereta menuju Chureito Pagoda berhenti di Shimo-Yoshida station. Kali ini ingin melihat keindahan Fuji-san dari atas kuil Arakura shengen. Perjuangannya luar biasa untuk melihat pemandangan dari atas. Kita naik 400 anak tangga. Lumayan bikin paha kenceng.


Hari semakin sore, melanjutkan perjalanan berikutnya dari Shimo-Yoshida Station kita kembali ke Kawaguchiko Station, ambil jalur blue line, kita pergi ke Oishi Park naik bus. Disini kita duduk-duduk di taman menikmati (lagi-lagi) pemandangan Fuji-san dan danau sambil makan es krim lavender. Sekitar 30 menitan kita duduk sambil melihat turis-turis lain yang sibuk berfoto. Tidak lama petugas taman mengusir pengunjung karena tamannya mau tutup. Padahal masih sore saat itu dan akhirnya kita balik ke Kawaguchiko Station dengan bus yang lumayan penuh. 

15 Mei, Bangun pagi-mandi-sarapan dengan menu makanan yang kita sempatkan beli semalam di Lawson dekat Station, tinggal dipanaskan saja di microwave. Hemat uang dan hemat waktu karena kita mau mengejar bis paling pagi untuk ke Shibazakura Festival. 

Tuh kan ternyata benar, kita berada di antrian paling depan bis menuju Shibazakura Festival. Loket baru buka pukul 8 pagi. Begitu melihat kita datang, si ibu penjual loket berusaha menjelaskan kalau bebungaan yang mekar tinggal sedikit. Tidak lagi cantik rimbun seperti bulan April lalu. Yah mau gimana lagi kan tujuan utama kita memang mau lihat kayak apa sih Shibazakura Festival ini. Akhirnya tetap kita beli tiket daripada penasaran.

Perjalanan naik bis sekitar 30 menitan. Tidak ada macet. Semuanya tertib berkendara. lagipula kalau kita lihat kanan-kiri dari jendela bis, warga jepang tidak seramai Jakarta ya. Orang-orangnya lebih suka di dalam rumah/gedung daripada nongkrong pinggir jalan. 

Sampai di tujuan, apa yang dibilang si ibu loket tadi pagi ternyata benar. Bunga yang mekar tinggal sedikit. Tapi pengunjung lain juga mulai berdatangan dengan bis-bis tour besar. Maka kita gerak cepat langsung ambil spot cantik, foto-foto, dan tidak tertarik jajan di area food courtnya. Kita pilih antri bis lagi untuk kembali ke hotel, check out, ambil koper dan pergi ke Gotemba. Karena dari Gotemba kita mau langsung menuju Tokyo.

Dari Kawaguchi Station kita naik bis menuju Gotemba. Enaknya bis ini ada bagasi untuk tempat koper kita, jadi perjalanan kemanapun naik bis tetap nyaman. Sampai Gotemba kita sewa loker untuk menitipkan koper-koper yang berat ini. Lalu kita berkeliling premium outlet dan makan siang di sana. Tadinya saya berniat beli entah sepatu atau sport bra olahraga, tapi begitu lihat penunjung ruame banget selera belanja langsung drop. Hanya teman saya yang berjodoh belanja di sini. 

Dari Gotemba kita cuss ke Tokyo naik bus lagi. Harusnya perjalanan berkisar 1.5 jam, tetapi karena ada kecelakaan di jalan tol perjalanan jadi agak lama, 2 jam lebih. Sampai di Tokyo Station pun sudah kira-kira jam 1930. Dari Tokyo Station kita langsung mencari line kereta yang menuju hotel tempat kita menginap selama beberapa hari ke depan. Hotelnya di daerah Ryogoku, daerahnya pesumo. Nama hotelnya Khaosan World Ryogoku.

16 Mei, hari pertama di Tokyo kita mau pergi ke Asakusa, Sensoji Temple. Dari situ ke Tokyo Sky Tree, lalu ke Odaiba. Sampai di  hotel sudah gelap.

17 Mei, hari kedua kita ke Kawagoe, Saitama. Daerah ini masih di pusat kota Tokyo dan banyak cerita sejarahnya. Banyak kuil, tempat jualan jajanan jadul dan banyak spot lucu untuk foto-foto disini. Pulang dari Kawagoe, kita menuju Harajuku dan Shibuya, strolling around, belanja Daisho, Matsumoto, sampai beli tas ekstra khusus untuk oleh-oleh hahaha. Di Shibuya kita sengaja cari resto goiza yang direkomendasi banyak turis, sampai kebingungan bolak balik sambil buka googlemap tapi akhirnya ketemu juga. Setelah dicoba, rasanya bener-bener enak, murah dan antri walaupun tempatnya nyempil.

18 Mei, hari terakhir di Tokyo sebelum besok kita pulang ke Jakarta. Hari ini kita mainnya agak jauhan dikit, di ujungnya Tokyo, yaitu Yokohama. Yokohama ini semacam Tanjung Priok kali ya karena dekat pelabuhan. Tapi kita gak sangka kalau Yokohama ternyata cakep juga pemandangannya. 

Turun dari station, kita jalan kaki menyusuri Yamashita Park, bunga-bunganya cantik semuanya! pengunjung yang datang dari bayi-bayi ada di dalam stroller sampai guling-guling rumput, remaja anak sekolah sampai manula yang asyik melukis ataupun cuma duduk-duduk piknik sambil menikmati pemandangan pelabuhan. Rasanya adem banget ngeliatnya padahal cuaca lagi panas-panasnya. 

Kunjungan ke Yokohama hanya sampai beli makanan di Lawson, piknik di rerumputan sambil kasih makan burung lalu jalan kaki lagi di bawah cuaca yang amat terik kita ke Red Bricks Warehouse, minum bir sambil ngaso sebentar. Lalu pulang menuju station terdekat. Kita tidak pergi ke Chinatown yang masih satu area. Kenapa? karena panas siang itu dan udah cukup puas seharian keliling di Yokohama.

Pulang dari Yokohama kita mau langsung pulang ke hotel saja, beberes koper karena besok sudah cuss ke Jakarta. Oiya karena ini adalah malam terakhir di Jepang, khususnya di area Ryogoku, areanya pesumo, maka wajib hukumnya kita mencoba makan Chanko Nabe. Menu ini semacam shabu-shabu tapi porsi jumbo alias porsi makanannya pesumo. Eh tapi kita ga seganas itu loh pesan satu orang satu porsi, karena ukurannya besar kita cuma pesan satu porsi bertiga. itu aja lumayan kenyang. Benar-benar culinary experience kali ini.

19 Mei, check out hotel, off to Narita by train, beli oleh-oleh di bandara sekalian ngabisin sisa recehan yen, menikmati perjalanan udara selama 7 jam nonstop. Dadah babay Tokyo sampai ketemu lagi ya!


Sunday, January 17, 2016

Mama me-time



 Sejauh-jauhnya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Sesibuk-sibuknya mama kerja, akhirnya me-time juga. Ga nyambung ya? iya.

Menjadi seorang mama bukan berarti sibuk terus ngurus rumah tangga, tapi perlu juga maintain hubungan dengan teman-teman terdekat alias sahabat. Biasanya menjaga silahturahmi bisa dengan bikin grup kecil di hp, ngadain arisan, traktir makan pas ultah, ngabur makan siang bareng, ngopi cantik, nyalon bareng sampai plesiran bareng.

Tercetuslah ide untuk plesiran bareng-bareng, karena terakhir mamak-mamak me-time itu udah 2 tahun yang lalu. Udah lama juga kan. Kali ini idenya ga usah jauh ke luar negeri, karena anak saya yang nomer dua baru 1 tahun. Dan pergilah kita ke Bali, tepatnya di daerah Sanur. Kenapa pilih Sanur, karena ingin menikmati liburan sebenarnya ala orang dewasa yang cuma leyeh-leyeh, makan, santai, berenang, naik sepeda, ngopi, tanpa hiruk pikuk dugem. Gilak ya udah tua kita hahahha...

Kita nginap di Klumpu Bali Resort. Bener-bener hidden gem tempatnya. ga nyesel, persis sesuai prediksi liburan yang kita bayangin. 

Villanya ga gede kok, cuma 7 kamar kalo ga salah, dengan kolam renang di tengah-tengahnya cukup nyaman buat liburan kita yang emang pengen sepi-sepi aja. Kita sewa 1 kamar untuk 4 orang buat nginap 2 malam. Model kamarnya juga eksotis gitu, bangunannya kayak lumbung. Bersih, kamar mandi luas dan tinggal dua langkah doang buat nyebur ke pool. haven!

Ga usah khawatir kalau mau nyari makanan, tiap pagi dapet sarapan, tinggal pilih mau ala intercontinental, american, english atau asian breakfast. Kalau siangnya males keluar, makan di resto mungilnya juga enak kok masakkannya. Kalau bosen makan di villa, tinggal jalan kaki atau sepedahan keluar cari makan di sepanjang jalan dekat villa banyak makanan enak dari makanan jepang sampai italia ada lengkap.

Buat saya ini liburan yang bener-bener santai...ga sibuk jalan kesana sini, belanja ina inu, atau kuliner ini itu. Liburan yang tenang, nyaman dan berkualitas.

Terimakasih untuk teman-teman terdekat yang udah membuat liburan ini makin memorable...

cheers!

Monday, May 5, 2014

Legoland Johor Bahru



Kenapa cuma sehari di Legoland? kenapa gak ke Singapur dulu sekalian? iya, karena saya cuma dapet cuti sehari, itu pun masih untung pas ada libur kejepit di hari jumatnya. Lagipula saya lagi di fase mabok kehamilan anak kedua. Jadi belum berani pergi jalan-jalan lama, cari aman aja deh, yang penting bisa escape sebentar bareng keluarga :)

Sebelum cerita, saya mau berterima kasih dulu kepada pemilik blog ini karena infonya sangat bermanfaat buat saya dan keluarga yang baru pertama kali ke Legoland dengan bujet yang hemat. karena hemat itu penting! ya kan makk :D

Kamis, 01 Mei 2014
Jam 0900 wib

Kami akhirnya ke bandara dengan mobil pribadi yang nantinya akan mencoba fasilitas parkir inap di bandara Terminal 3. Menurut informasi yang kami googling, harga tarif parkir inap per 6 jam pertama = Rp. 20,000 dan setiap 1 jam berikutnya dikenakan Rp. 2ribu. Nah, jika bepergian sekeluarga tidak lebih dari 2 hari mending parkir inap kendaraan pribadi di sana, karena harganya masih lebih hemat dibanding naik taksi pulang pergi dari rumah ke bandara. Oke kami coba deh, lagipula untuk pengalaman kami juga nantinya.

Pergilah hari itu kita dengan mobil pribadi menuju terminal 3 Bandara Soetta. Lokasi parkir inap: begitu masuk gerbang utama terminal, belok kanan sampai mentok trus kanan lagi - ikuti saja petunjuk PARKIR INAP.  

Ketika kami sampai di terminal 3, apa yang terjadi begitu terima karcis tanda bukti parkir inap? di bagian bawah kertas karcis tertulis: TARIF PARKIR INAP NAIK PER TANGGAL 1 MEI 2014. saya dan baba pun spontan ngakak bersama. kenapa musti hari ini sikkk naiknya?? -_______-

Oke, jadi per tanggal 1 Mei 2014 Tarif Parkir Inap bandara naik menjadi 40 ribu per 4 jam pertama. dan 1 jam berikutnya dikenakan 4 ribu

Oya, parkir inap di bandara ini dijamin aman karena pengawasan 24 jam. Tapi untuk berjaga-jaga jangan lupa siapkan kunci stir mobil dan sedikit tip untuk petugas parkirnya karena sudah menjaga kendaraan kita yang ditinggalkan selama beberapa hari dengan aman.

Jam 1500 LT (Local Time)

Kita tiba di Senai Airport. Perbedaan waktu Jakarta dengan Johor Bahru 1 jam. Dari Senai rencananya kita akan naik shuttle bus gratis ke JB Sentral, dari situ tinggal jalan kaki menuju hotel. Kebetulan memang saya sengaja mencari hotel yang dekat JB sentral supaya lebih gampang kemana-mana naik bis.

Untuk penumpang Air Asia ke Johor Bahru, tiket airport shuttle bus bisa diprint langsung di sini. Praktis dan hemat. Tidak perlu keluar uang untuk biaya taksi dari airport ke hotel, begitu pun sebaliknya. Tinggal tunjukkan kertas print out ke petugas bis, lalu silakan bebas pilih kursi di dalam bis.

itu dia airport shuttle bus datang!

Airport Shuttle bus ternyata lumayan nyaman. Bisnya ukuran besar seperti bis-bis yang ada di Singapore. ACnya berfungsi baik. Ada pula tempat untuk meletakkan koper di dekat pintu masuk dan bisnya sendiri nampak terawat. Ada 2 televisi gantung yang menayangkan iklan-iklan saja, bukan sinetron. Pak Supirnya pun tidak lantas semena-mena menyetel lagu Pance Pondaag atau Broery Pesolima. Jumlah penumpang yang diangkut dari bandara juga tidak banyak, jadi tidak ada rebutan kursi - malah sebaliknya banyak kursi kosong. Senang rasanya jadi penumpang bis ini.

ada yang girang naik bis kosong :D

Untuk penginapan, saya pesan Citrus Hotel di Jalan Station via Agoda. Harusnya kalau mau lebih hemat lagi bisa lewat AirAsiaGo. Tapi info itu saya dapat belakangan setelah pesan hotel lewat Agoda. Jadi ya gapapalah, next time, maybe  ;)

Mencari lokasi Citrus hotel setelah turun bis di JB Sentral bukanlah perkara yang mudah karena baru pertama kali dan  kami belum hafal 'medan' nya. Tapi setelah hari kedua dan ketiga bolak balik dari teminal bis ke hotel, kami pun sudah lincah dan tidak kesulitan lagi.

Rute mencari Citrus Hotel dari Terminal bis JB Sentral : masuk ke JB City Square, naik melalui eskalator. Ikuti saja petunjuk menuju mal JB City Square. Lalu cari eskalator arah turun dekat kios bra Triumph. Dari situ turun melalui eskalator lalu lurus saja ke exit di samping toko sepatu olahraga. Ikuti jalan keluar ke arah hotel melewati money changer di sebelah kiri. Jalan terus menuruni tangga manual yang ada kedai nasi kampung Kandar di bawahnya. Lalu tinggal nyebrang jalan sedikit, sampai deh ke Citrus Hotel.

Tips: Kalau memilih nginap di hotel ini, jangan lupa bawa colokan kaki 3 karena di hotel itu sendiri tidak tersedia/tidak ada penyewaan. Colokan kaki 3 bisa dibeli di toko dekat hotel harganya RM 8.

Mencari makan malam atau makanan di dekat hotel pun tidak susah. Tinggal jalan kaki sedikit bisa masuk mol city square. Di dalam mol tentu banyak pilihan makanan. Tapi kalau bosan makanan mol, bisa jalan-jalan malam sepanjang jalan meldrum walk. disana banyak kedai kopi kopitiam, shabu house dan jajanan lainnya.

Jumat, 02 Mei 2014
Jam 0630

Yeay Legoland day!

Pengennya sih begitu buka selimut di pagi hari  langsung menjerit senang karena this is the day!. Tapi apadaya semalam Matteo sempat panas badannya. Analisa saya sih karena kemarin dia tidak tidur siang sama sekali, baik itu di pesawat maupun di hotel - mungkin karena terlalu exciting sudah lama tidak naik pesawat kali ya. Jadilah semalaman dia merengek kakinya pegel, badannya panas.

Setelah mandi air hangat dan sarapan pagi di hotel (Matteo masih lemas tidak mau makan sama sekali), saya buru-buru keluar hotel cari paracetamol. (iya saya lupa bawa tempra dari rumah-jangan ditiru ya). Untunglah saya nemu sevel tidak jauh dari hotel dan setelah cakap melayu campur inggris ketemulah Panadol Syrup yang mengandung paracetamol untuk budak-budak alias anak-anak. Cepat-cepat saya balik hotel dan minumkan ke Matteo. Bagaimanapun juga show must go on ;'(

Setelah bersiap-siap, kami pergi dari hotel melewati JB sentral lagi untuk naik bis menuju Legoland. Ya, naik bis lagi. Senangnya kami gak perlu nawar taksi dan keluar uang extra untuk transportasi. Cukup membayar RM 4.50 saja per orang (dewasa) dan free of charge untuk anak dibawah 6 tahun. Lama perjalanan dari JB Sentral ke Legoland naik bis adalah sekitar 45 menit. Di tengah perjalanan, bis sempat mampir ke Hello Kitty Town untuk menaikkan/menurunkan penumpang.

Untuk mencari bis jurusan Legoland dari JB Sentral ada di Jalur 1, nomor bisnya LM1. Perlu waktu yang lumayan lama untuk kami menunggu bis datang. Tapi penantian kami sepadan dengan kenyamanan bis karena kami bisa dapat kursi dan duduk nyaman sampai di tujuan.

Terminal bis JB Sentral. Jalur 1 tempat tunggu bis ke Legoland

Tips:
1. Jangan lupa siapkan uang pas sebelum naik bis, karena driver tidak sedia uang kembalian. banyak yang disuruh turun bis untuk tukar receh dulu supaya bisa naik ke dalam bis.
2. Datanglah lebih awal supaya bisa dapat antrian naik bis lebih dulu karena bis menuju Legoland lumayan banyak peminatnya. mending dapat duduk kan daripada berdiri di dalam bis 45 menit ;)

Dimana bisa beli tiket Legoland? tiket masuk ke Legoland bisa dibeli di travel agent atau di web Legoland. Oya, driver bis jurusan Legoland menjual tiket masuk juga loh, sayangnya waktu itu saya tidak tanya berapa harganya.

Setelah perjalanan selama kurang lebih 45 menit, bis akhirnya berhenti di depan Legoland. Kita disambut sorotan matahari siang yang panasssss banget. Dari tempat kita turun bis, hanya butuh jalan kaki untuk sampai ke pintu gerbang utama Legoland dan tidak perlu antri tiket karena sudah beli online via web resminya. Tinggal discan petugasnya 'bip' - selesai. Kita boleh masuk ke area Legoland.

Area Legoland Themepark ternyata lumayan luas dan terbagi-bagi menjadi beberapa theme area. Silakan dipelajari sendiri di web Legoland.

Sebelum memulai menyusuri satu persatu, jangan lupa untuk menyewa stroller untuk yang bawa anak kecil. Sewa Single Stroller RM30. Double Stroller RM45. Sewa locker untuk koper dan  wheelchair untuk manula juga tersedia.

single stroller

Tips: pakailah baju yang nyaman dan menyerap keringat.  Bawa topi, kacamata, kalau perlu sunblock atau handuk basah karena Legoland panassssss banget.

Untuk makan siang kita sempat mencoba Market Restaurant dan Pizza Mania untuk cemilan menjelang sore. Menu makan siang di Market Resto ini standard ya, nasi dengan roasted chicken, ada juga spaghetti meatballs, dan pilihan kids meal: nugget ayam atau ikan. Rasanya sih menurut saya biasa saja. Lumayan buat pengganjal perut.

Nah kalau resto PizzaMania ini pizzanya enak. Tipis, garing dan toping keju mozarellanya banyak. Sayangnya Matteo gak sempat nyobain pizza karena ketiduran di bangku sofa restoran. Saambil ngemil pizza bisa sekalian numpang nidurin anak bobo siang dulu. lumayan.


Oya, saya paling suka ke tempat wisata yang kids friendly seperti ini dimana toilet untuk anak-anak gampang ditemukan, ada toilet, urinoir dan wastafel mininya. Anak jadi bisa mandiri setiap saat ke toilet.

wastafel mini

Untuk oleh-oleh juga banyak pilihannya. Silakan masuk ke Big Shop atau Souvenir shop yang ada di sana. Mulai dari baju, topi, mainan, magnet, apa aja ada. Saya hanya beli topi darth vader kesukaan Matteo dan beberapa magnet kulkas untuk tambahan koleksi. Mainan Lego? saya tidak beli karena (untunglah) Matteo lebih pilih topi daripada mainan. hehe.

Belanja suvenir di big shop

Kira-kira jam 4 sore kita sudah siap-siap pulang karena harus menunggu bis lagi menuju JB Sentral. Dan lagi-lagi kita menunggu lumayan lama sampai bis datang. Tiba di hotel lagi sekitar jam 6 sore. Langsung mandi, istirahat sebentar dan di sinilah saya baru sadar kalau hp saya hilang entah dimana.

Jumat, 03 Mei 2014

Hari ini terakhir di JB sebelum pulang ke Jakarta dan harusnya rencana kita pergi ke JPO (Johor Premium Outlet) tapi sengaja dibatalkan karena tidak berani ambil resiko Matteo yang panasnya masih naik turun. Lalu diputuskan untuk jalan-jalan muterin JB city square. mol lagi mol lagi gapapa yaaaa....

Di dalam mol kita sempatkan beli oleh-oleh snack, white coffee dan teh tarik  khas malaysia di toko Kapitan (lupa di lantai berapa). Setelah itu kita makan siang di Dragon-i karena penasaran kenapa kalau lewatin resto ini selalu rame banget. Ternyataaaa setelah dicicipi menu resto haram ini banyak macamnya dan makanannya enak. Total kerusakan makan disini hampir RM300. Gapapa mahal dikit, kan hari terakhir :D

pesan bapao lucu di Dragon-i

Selepas kenyang makan siang, kita langsung menuju terminal bis untuk menunggu airport shuttle bus gratis yang akan mengantarkan kita ke Senai Airport. Ternyata bisnya sudah tersedia di jalur 1 dan tidak pake ngetem lama langsung cuzzz berangkat. Padahal kursi penumpang masih banyak yang kosong loh. Beda banget sama Damri ya. hehe.

Kita tiba di Soetta sekitar jam 5 Sore waktu Jakarta dan bersyukur banget walaupun Matteo sempet panas, hp saya hilang tapi liburan kita sesuai rencana dan lancar. Senangnya bisa liburan keluarga walau cuma sebentar.

Oya selama liburan di JB saya sama sekali ga mual muntah loh disana, tapiiiiiiiiii begitu sampai di mobil pas di parkir inap bandara Soetta, saya langsung eneg, mual, maboklah pokoknya. hahahhaha.

happy faces sebelum chek out

Pertanda apa ya kirakira? ;)

Thursday, February 20, 2014

Korsel Winter Trip


Liburan kali ini adalah edisi cewe-cewe yang nekat pengen ngerasain jalan-jalan di cuaca winter, pengen nyicipin salju nyicipin dalam arti sebenarnya loh ya, pake lidah. dijilat. *serius*. Gak ada cowo/pacar/suami yang ikut. cuma kita bertujuh perempuan-perempuan yang sebagian dari kami kepingin banget exploring korsel tanpa ikut tour dan prioritas utama adalah mengunjungi spot-spot adegan sepertifilm-film korea itu *sigh*. sudah pasti tentunya bukan saya ya. saya bukan penggemar film korea. bukan penggemar kimchi. bukan penggemar liburan winter.

Lah terus ngapain ikut mak? mana pas banget hari pulang ke jakarta bertepatan dengan ultah matteo dimana udah bejibun rencana yang sudah saya siapkan dan batal dieksekusi. Demi kesempatan yang sayang kalau dilewatkan (kebetulan cuti diapproved ama bos) dan demi kesetiakawanan hubungan pertemanan kami, jadilah saya kesana. Maafkan mamamu nak. 

Menjelang keberangkatan ke Korsel, justru saya gelisah karena ga punya baju winter, takut  baju-baju yang saya bawa gak cukup anget untuk melawan musim dingin di sana, mana skejul kita bakalan jalan-jalan terus di luar. Tapi akhirnya masalah kostum winter terselamatkan berkat uluran kasih temanteman (halah) yang mau minjemin beberapa coatnya untuk kita. lumayan kan hemat. hihihi.

Dari Jakarta ke Korea Selatan berangkat naik AA yang harganya ga promo-promo amat. 4,3juta tiketnya. mahal engganya gak peduli karna bisa dicicil dua kali lebaran haha. Yang jelas liburannya ala backpackeran. hemat sehemat-hematnya. Tidur sharing di satu apartemen. Bawa uang saku dipas-pasin biar gak boros. Winter coat minjem, cuma modal sweater yang udah ada, beli longjohn buat lapisan dalem biar anget, sama winter boots (untung) dapet diskonan . Ini mau liburan kenapa kere amat sik hahaha. Justru di situ letak serunya.

Hari pertama
Take off dari CGK jam 2030, transit di KL dulu tengah malem. Tidur-tidur ayam di pesawat selama 6 jam perjalanan. Sampai di bandara Incheon-Seoul kira-kira jam 09 pagi waktu setempat. Dengan mata zombie dan perut laper karna gak bisa tidur di pesawat. Ditambah lagi udara yang dingiiiiiiiiiiinnn banget di luar sana. minus 4 dercel!

Di toilet bandara kita ganti baju dulu biar kuat menghadapi angin di luar sana. pakai longjohn, pake doble sweater, coat, syal, sarung tangan, kaos kaki, boots, hoodie, lengkap. tinggal mata doang yang keliatan.

Menuju apartemen kita naik limousine taksi yang ternyata muat angkut kita bertujuh berikut koper-kopernya. Walau taxi limo ini lumayan mahal harganya untuk sekali trip dari Incheon ke pyeongchon (lokasi apartemen kita) ongkosnya KRW 88000. untung dibagi tujuh ya, jadi masih okelah. 

Kita nginep di Jimmy guest house yang di pyeongchon, karena tadinya mau nginep yang di hongdae, tapi penuh. 1 apartemen ada 3 kamar. total bed nya ada 10. kalau dihitung kita kena rate Rp.300ribuan/malem. Enaknya nyewa apartemen gini penghuninya ya kita kita aja, gak kecampur sama orang lain. asiklah. 

Apartemennya sendiri enak kok. bersih, warnanya dominan putih. lumayan lengkap printilannya mulai dari peralatan makan, microwave, kulkas, mesin cuci, tv set, komputer, free wi-fi, free snacks. so far sih nyaman aja tinggal situ. 

Sampai di apartemen kita langsung taro koper, dibrief sama Jimmy tentang rules apartemennya, gimana nyalain mesin cuci, nyalain kompor, mencet tombol microwave yang ga ada bahasa latinnya alias tulisan hangul semua *doh*.

Abis itu lunch ke restoran yang 5 menit jalan kaki dari apartemen. Buat saya yang baru pertama kali ngerasain winter, begitu nemu restoran rasanya seneeengg banget. karena ANGET! Agak perjuangan buat saya karena saya kurang suka dengan udara dingin. Tapi yah mau gimana lagi demi saljuu oohh saljuu.

Setelah perut kenyang, off we go naik tour bus yang ceritanya mau nyobain Night City Tour. Lokasi loket Seoul city tour bus ini ada di Gwanghwamun, dekat kantor polisi, yang gak jauh dari situ ada Donghwa duty free. Nah berhubung waktu itu jadwal night city tour kita jam 8 malem dan gak mungkin nunggu di luar dong..dingiiiinnnn, sementara kita jam 6 sore udah sampai di halte bis, maka daripada iseng nunggu di luar kedinginan, berbondong-bondonglah kita masuk ke duty free dekat situ. numpang angetin badan sekalian belanja  *sigh*.

Jam 2000 tepat bis kita datang. asikk bisnya double decker. kita semua pilih duduk di atas. kapan lagi kan bisa liat pemandangan kota Seoul di malam hari.

Tapi entah karena di dalam bis yang anget atau karena kecapekan, mata saya jadi ngantuk berat. Sekitar 10 menitan saya masih lihat-lihat keluar jendela bus. Setelah itu zzzZZZZZZZ sampai tiba lagi di tempat kami naik. hahahaha parah.

harga untuk Night City Tour : KRW12000.


Hari kedua
Aktivitas pagi di apartemen gak beda jauh sama kos-kosan. Ada yang manasin sarapan, bikin kopi, buka peta hari ini mau jalan kemana, ada yang nongkrong di wc lama banget.

Pagi itu saya iseng-iseng buka jendela. Di luar jendela tampak seperti bulu-bulu berwarna putih melayang-layang seperti bulu burung. Sempat berpikir beberapa detik: "kenapa banyak amat burung ya di Korea" setelah itu saya teriak:

SALJU!!! GUYS DI LUAR SALJUUUUU!!!! histeris sambil ketawa saking noraknya.

Untung yang norak bukan saya doang. Teman-teman langsung sibuk ambil kamera, jepret sana sini. ada juga yang sibuk langsung milih mau pakai outfit winter apa yaaaa hahaha.

Ya, bersyukur sekali kita dapat salju di hari kedua dan yang paling nyenengin adalah hari ini kita mau SKIIIIIIIII....*gaya yah*.

Iya gaya banget mau nyobain ski yang ternyata nantinya akan disesali kemudian.

Pagi itu kita semangat banget. jam 6 pagi udah dijemput taksi yang nantinya kita akan diturunin di halte entah dimana lupa namanya, nah dari situ akan ada bis yang bakal jemput kita menuju Jisan Ski Resort.

Ada dua tour leader di dalam bis itu yang duaduanya untunglah bisa bahasa inggris walaupun pronounciation nya cadel ala Korea tapi syukurlah kita ngerti hihihi. penumpang bis dibagi menjadi 2 grup, ada grup yang main ski-sebagian grup lagi ada yang pergi spa. Nah untuk grup kita yang main ski, ditemenin sama Erica-salah satu tour leader.

Si Erica inilah yang nemenin kita nyewa baju ski, briefing tentang perlengkapan ski, ngajarin kita gimana pakai sepatu ski di atas 'plate' nya, sampai dengan pemanasan sebelum mulai ski dan tips apa aja yang musti kita lakukan kalau ternyata kita udah berhasil meluncur dari atas sana. Jadiiiii main ski itu bukan hanya pake baju trus langsung meluncur yaaa. syulit mak...ternyata sulit.

Sesulit-sulitnya hidup, belom pernah make sepatu sesulit ini. hahahhaa. butuh sekitar 20 menit buat saya untuk make 1 sepatu ski!!! itu baru 1 sepatu loh hahahha. sempat mutung juga loh garagara sepatu keparat ini. tapi begitu inget bayar ski ini kalo dikurs sekitar 1 juta rupiah, saya pun semangat lagi. AYOO CYN KAMU BISAA!!! SATUJUTA NIHHH!!! hahahaha

Jadi yaaa impian saya bisa meluncur bolak balik dari atas bukit akhirnya pupus juga. Persiapan make sepatu yang menguras tenaga di atas bukit itu, akhirnya saya cuma dapet meluncur satu kali aja. Itu juga kebanyakan jatohnya karena takut nabrak orang. -________- 

Adalagi teman saya yang trauma jatoh dua kali kehilangan keseimbangan nyobain meluncur di salju datar. padahal dia belum sempat naik ke atas bukit loh, tapi karena takut kenapanapa-jatoh mulu, akhirnya dia nyerah. nyari smoking area dan jajan cemilan. hahahhaha.

daripada cedera jatoh mulu mending pasrah ndlosor 

Yah jadi intinya adalah lumayanlah main siki ini dijadikan sebagai pengalaman. kalau disuruh balik sini lagi nnngggg...mending ke tempat yang lain aja kali ya.

Pulang dari main ski, kita lanjut jalan ke Myeongdong. saatnya nyobain street foods yeayy!! hidup jajanan murah meriah! haha.

Myeongdong malem itu emang rame banget dan rame selalu bukan sih. Di situ kita coba semua jajanan pinggir jalan. mulai dari sosis haram, kue bentuk ikan isi kacang merah, korean pancake, kentang spiral, kripik ubi, sampe buah strawberry gendut yang rasanya manissss. enak banget sih disini bisa nemu strawberry pinggir jalan yang rasanya manis.

Puas jajan di Myeongdong lanjut kita ke Namsan Tower yang gak jauh dari situ. Jalan kaki 10 menit kita ke sana. Namsan Tower ini katanya sih Icon nya kota Seoul. semacam monas nya Jakarta gitu kali ya. bedanya kalo di monas kan liftnya horor, nah ini kita naik lift yang dibilang 'cable car'. Tiketnya KRW25500 / orang.

Hari ketiga
Hari ketiga dan salju masih berpihak pada kita. Pagi ini seneng deh bisa lihat salju tebal dimana-mana, di jalan, di atap mobil, di pohon.

Agenda kita hari ini adalah mengunjungi Gyeongbokgung Palace. Seperti hari pertama kita naik MRT menuju Gwanghwamun station untuk bisa sampai di palace ini. 

Salju masih turun begitu kita sampai disana dan beruntung banget gak lama sesudah sempat foto-foto, kita bisa nonton upacara pergantian penjaga yang berdurasi sekitar 15 menitan.

foto bareng guard yg paling ganteng di depan palace

Upacara pergantian penjaga ini sih sebenarnya biasa aja ya, yang bikin menarik itu karena si penjaga yang pakai kostum mirip daster warna warni lengkap dengan topi dan senjatanya, trus diiringi alat musik yang unik seperti beduk korea yang ukurannya gedeee banget, trus ada peniup trompet dari kerang asli, sama perkusi kayak tutup panci. Tapi yang bikin salut tuh para orang-orang korea semacam panitia yang ngatur pengunjung bisa bikin tertib. nonton tertib, fotofoto tertib, yang ngrokok di sekitaran palace diomelin. Keliatan banget kalau warga Korea mencintai budaya dan negerinya.

Selesai dari situ, kita laper banget dan ga sabar pengen nyobain makan samgyetang yang tersohor itu. Samgyetang itu  semacam sup ayam dimasak di dalam pot yang ada ginseng dan kurma sebagai salah satu bumbunya. Di dalam ayam itu sendiri begitu dibelah akan keliatan nasi ketan di dalammnya. hmmm pulen enak sehat kenyang! Ga percuma antri panjang di restoran ini, kita pulang dengan sumringah.

kanan: samgyetang. kiri: semacam 'martabak telor' 

Kalau perut udah gak rewel gini, kemana aja pun dijabanin. Sepakat kita naik hop on hop off muterin Seoul lagi dan mampir di Deoksugung Palace. Tapi ternyata sampai di sana sudah kemaleman. Cuma sempat foto foto sebentar lalu kita pulang.

Hari keempat


 tugunya Nami Island kurang catchy nih..

Buat temanteman para pecinta WinterSonata, hari inilah yang ditunggu. Kita pergi ke Nami Island. Cara menuju Nami Island naik MRT, kita harus sampai dulu di Gapyeong Station. nah dari situ kita antri bis menuju dermaga Namiseom. Lanjut naik ferry dari dermaga menuju Pulau Nami yang cuma 5 menitan.

Kata orang-orang yang pernah berkunjung kesini, ada dua musim yang bagus kalau mau pergi ke Nami Island : autumn dan winter. Kebetulan kita dapet yang winter. dan memang benar sih kita banyak dapat foto-foto bagus disana. momentnya pas banget salju berjatuhan.

saljuuuu

Oya di daerah sekitar areal parkir dekat dermaga banyak sekali restoran. Sebelum kita nyebrang ke Nami Island, makan siang dulu di sana. menunya semacam chicken bbq yang rata-rata restoran lain menyajikan menu serupa.

chicken bbq & semacam 'cilok' hihihi

Setelah makan siang kita antri naik ferry dan nyebrang ke Nami Island yang konon ada sejarahnya loh kenapa pulau ini jadi terkenal. silakan digoogle sendiri kalau penasaran ;)

Hari kelima
Ini hari terakhir sebelum besok kita siapsiap pulang ke Jakarta. Hari ini adalah jadwal kita belanja oleholeh yeaayyy....eh tapi sebelum belanja, pagi harinya kita sempatkan mengunjungi gereja Myeongdong Chatedral dulu untuk berterima kasih karena sudah diberi kesempatan dan kesehatan mengunjungi negara ini dengan lancar.

Gak lama kok foto-foto dan berdoa di sana, karena seperti biasa saking seringnya jalan kaki, perutpun jadi sering lapar hehehe. Sepulangnya dari gereja, kita makan siang di salah satu resto dekat gak jauh dari gereja dan kita menyesal karena satupun dari kita gak ada yang ingat nama restorannya. Padahal menunya cocok dan enak banget.

Setelah makan siang di restoran yang enak itu, kita lanjut mencari lokasi Cheonggyecheon Stream yang terkenal di film korea apalah itu saya gak nonton. Yang buat saya sih kok kayak kali di tengah kota ya, tapi buat temanteman lain katanya ada sisi sentimentil tersendiri kalau lihat filmnya. yaawokedeeehhh..

Selesai foto-foto di sungai buatan itu, kita belanja oleh-oleh di Insadong. di sana kita dapat kaos, gantungan kunci, magnet kulkas, cutlery set, lengkap dan bisa pakai gesek kartu. penting itu hahaha.

Kita gak lama belanja oleh-oleh karena udah ditunggu jadwal Nanta Show jam 1700. Jadi kita jalan cepat-cepat menuju MRT station takut gak keburu.

Nanta show ini lumayan keren dan menghibur ternyata. Gak nyesel nonton ini atas rekomendasi Jimmy si pemilik apartemen. Next time kalau balik kesini sama orang tua bolehlah jadi rekomendasi.

Kelar 60 menit dihibur Nanta Show, kita masih mau belanja lagi. Kemana lagi kalau bukan ke DAISO!! surganya ibu-ibu rempong hahahaha. Cuss kita ke Daiso 4 lantai yang di Hongdae. Maap maap aja kalau disini lamaaaaaaaaa banget udah masuk gak keluarkeluar karena lucuuulucuuuuuuuuuuuuuu.

Kalau gak inget bakalan kemaleman takut ga dapet MRT, kita semua sepertinya masih lupa jam, lupa total belanjaan, lupa bagasi yang belinya sharing!! hihihihihi.

Hari keenam
Dengan mata zombie setelah semalem gak pada tidur ngepak barang-barang. Pagi pagi buta kita udah dijemput taksi yang akan bawa kita menuju bandara Incheon. byeeee apartemen, byeee korea....liburan kita udah habis saatnya kembali ke Jakarta, kerja lagiiiiiiii, kangen anak n suamiiii....hahahha. Thanks buat temanteman dan kesempatan yang diberikan. Semoga kita selalu diberi kesehatan dan umur panjang untuk hadir di acara liburan selanjutnya. Amiiiiiiiiinnnn.


Friday, October 18, 2013

3 hari di BKK


Liburan kali ini cuma bertiga saja, tapi seru dan sukses. Mama, papa dan saya yang ketiga-tiganya belum pernah ke BKK. Booking tiket pesawat jauh-jauh hari dan ga ada pikiran apa-apa waktu saya booking bulan Oktober. ternyata oh ternyata tanggal liburan ini gak jauh dari anniversary ke 37 nya papa-mama di bulan yang sama. 

Nah karena kebetulan yang indah itu tadi, sekalian ajalah saya jadikan momen gimana caranya bikin itinerary yang enak, nyaman, hepi dan gak terlupakan buat para eyangs ini, itung-itung buat kado anniversary mereka berdualah, jadilah saya yang paling getol nyari info sana-sini supaya misi saya berhasil.

Lagipun ini pertama kalinya juga saya liburan sama ortu-bertiga aja.. Biasanya kalau liburan keluarga itu udah kayak bedol desa,  ada anak, cucu, mantu, mertua ikut semua. tapi kali ini kita nekat, saya saja yang jadi tour guide merangkap mat kodak (alias tukang foto), plus tukang bawa oleh-oleh, tukang nawar, semuanya aja boleh deh. hyuk. :)

Hari #1

Kita sampai BKK jam 9 malam, check in di hostel (senangnya punya ortu ga rewel bobo di hostel ala backpacker)-cari makan, trus tidur. istirahat buat persiapan besok.

Hostelnya sendiri rekomended. Kita tidur sekamar 3 bed. biarpun kecil tapi bersih, toilet-sprei-kamarnya bersih. kasurnya empuk dan lingkungannya tenang, ga berisik. Pagi harinya papa-mama komen kalau kasurnya enak, mereka bisa bobo nyenyak. syukurlah..

Tadinya kita mau sarapan di hostel, tapi berhubung terlalu semangat, jam 8 pagi kita udah pada siap mau jalan, sementara breakfast buka jam 0830. Akhirnya kita keluar hostel, nyari sarapan. 

Surprisingly, di pinggir jalan dekat hostel kita buanyaaaaaaakk jajanan sarapan. Ada yang jualan pisang rebus, ayam goreng, jajan pasar, babi goreng garing, bihun/mie kuah pake babi/baso, sampai kita berhenti di depan tukang bubur nasi panas pakai pork.. hehe si eyangs jauh-jauh ke bkk sarapannya bubur juga :p

Selesai sarapan kenyang, kita naik taksi ke Grand Palace. Itin nya sengaja bikin nyontek sama tour guide, karena kan ini perdana, jadi temple is a must ya.

Harga tiket masuk Grand Palace 500 baht. masuk ke sini pakaian harus sopan, jangan pakai yukensi, celana pendek. kalo udah telanjur berbaju kebuka, mereka sedia kain kok. oya jangan lupa bawa topi, kacamata item karena cuacanya gak jauh beda sama jakarta. panas!


Next, kita jalan kaki ke Wat Pho. Papa udah ribut aja nyuruh kita naik tuk tuk, tapi anaknya ini gak bolehin lha wong deket kok...jalan kaki sambil makan nanas aja gak kerasa tau tau nyampe. maaf ya pa, tour guide nya sadis hahaha.

Harga tiket masuk Wat Pho 100 baht. dapet free drink aqua kecil dingin. lumayaaann...abis panas-panas jalan kaki pasukan udah haus banget. hihihi.

hanimuners yg hepi banget :)

Selesai muterin patung reclining budha, kita masih punya waktu karena jam masih siang. Dan si tour guide abal-abal ini lupa harusnya masih ada satu temple lagi yang layak kunjung, ke Wat Arun naik boat. Baru inget pas udah di jalan naik taksi menuju Siam Discovery. Untungnya para eyang itu gak komplen kehilangan kunjungan 1 kuil, mungkin gara-gara kepanasan kali ya...

Sebenernya kunjungan ke Madame Tussaud ini adalah itin saya buat besok, tapi karena jam masih siang -masih banyak waktu. yaudah cuzz kita kesana. Madame Tussaud ini letaknya di dalam mol Siam Discovery, di lantai 6. Saya sengaja jauh-jauh hari beli tiket online demi kepraktisan aja, biar gak pake ngantri dan gak keluar duit baht lagi.








si papa tau aja cewe cakep. giliran ditanya siapa dia tau gak? "gatau" -___-

Puas foto-foto di patung lilin, kita pulang ke hostel. papa-mama mau istirahat dulu katanya. abis makan trus bobok siang. #eaaaa.... baiklah. sementara papa-mama bobok, tour guide ini leyeh-leyeh dulu di teras sambil memanfaatkan wi-fi hostel yang super kenceng. sambil telfonan sama Matteo. hiks kangen :(

Sore harinya kita siap-siap jalan kaki ke Dhusit Tani Hotel yang jaraknya cuma 10 menit jalan kaki untuk agenda selanjutnya: Dinner Cruise.. Di lobby hotel itulah kita nunggu dijemput sama team ChaoPraya dinner cruise. Setengah jam kemudian kita udah di lokasi semacam mol entah dimana, yang berfungsi sebagai dermaga sebelum naik ke atas kapal pesiar.

Nah sampai disini sepertinya dewi fortuna lagi baik banget sama kita nih. Waktu pesan dinner cruise via online ini saya kan gak tau bakal kayak apa, duduk dimana, makanannya apa, bla bla bla. Begitu kapal pesiarnya udah merapat di dermaga, pengunjung dibolehin naik kapal dengan membawa tiket yang sudah tertera nomor tempat duduknya.

Tiket kita nomor 28. Ternyata eh ternyata, kita dapat seat di dalam kapal yang ada AC nya dong. untung bukan tempat duduk yang di dek bagian atas, kasian nanti eyangs pada masuk angin kena angin malem walopun dari segi pemandangan lebih bagus sih, bisa puas lihat tanpa halangan jendela.

Kita dapat duduk yang dekat jendela which means pas banget. trus meja kita deket sama penyanyinya. thank god suara penyanyinya bagus, bisa nyanyi lagu berbagai negara termasuk lagunya KD yang 'pilihlah aku' dan 'kopi dangdut'. lumayan menghibur lah ya buat eyangs yang menantinanti lagu indonesya hihihi...

Makanannya? enak. prasmanan gitu. macem-macem mulai dari nasi goreng sampai sushi juga ada. Disini papa-mama keliatan banget sumringah. kebawa aura liburan kali ya...saking senengnya liat mereka, saya sampe ga nafsu makan....foto2in mereka aja bak hanimuners. Soooo happy to see them happy :)

romantic diner on a cruise

Durasi makan malam sambil muterin Chao Praya kirakira sekitar 1 1/2 jam. Jam 2130 kapal merapat lagi untuk nurunin penumpang. Kita dibalikin lagi ke Dhusit Tani hotel, dari situ ke hostel jalan kaki sambil cuci mata sepanjang jalan menuju hostel. Ternyata yang kita lewatin itu adalah pasar malem yang akhirnya hari kedua baru saya tau kalau itu adalah Patpong Night Bazaar. Gak ngeh karna plang nya ketutupan lapak penjual.


Hari k#2

Karena hari kedua ini adalah hari Minggu, maka sesuai itin yang saya buat dan saran dari staf hostel yang ramah, kita HARUS ke Chatuchak market.

Saking semangatnya kita sampai skip sarapan di hostel karena si mama minta bubur panas pork kayak kemaren. baiklah....

Kenyang sarapan, off we go to Chatuchak by sky train. Jalan kaki ke SalaDaeng Station yang dekeetttt banget dari hostel. seneng deh kemana-mana deket dari hostel.

Dari SalaDaeng Station kita transit di Siam, pindah kereta ke arah Mo Chit Station. Wow ternyata banyak turisturis juga yang pagi-pagi udah menuju Chatuchak. jadi penasaran kayak apa sik pasarnya.

Ternyata ya disini surganya beli oleholeh. selain macamnya banyak, harganya pun murah makkk...kalap deh papa-mama belanja, sampesampe si papa mau tuker rupiahnya trus udah ngantri panas-panas ternyata money changernya gak terima uang rupiah! haha kasian si papa..

Sekitar 2 jam kali ya kita blusukan pasar, nyari ini itu, nawar pake bahasa tarzan (tks to calculator sebagai mediator tawar menawar kita) dan pulangnya kita naik taksi karna ga sanggup nenteng belanjaan. capek dan sumuk.

Sampai di hostel, naro belanjaan dan lagi-lagi para eyangs bobo siaaaanggg..... hahaha. biarlah yang penting mereka sehat dan gak rewel hehe.

Abis para eyangs bangun bobok siang, kita ke platinum naik bis nomor 77. yeay naik bis! saya emang paling penasaran gimana rasanya naik bis di Bangkok yang tampangnya serupa metromini di Jakarta ini. Naik bis cuma 10 baht/orang, samalah ya sama di sini sekitar 3ribuan. Bedanya di dalem bis ini ada kipas angin 3 biji di atapnya. jadi biarpun gak pake AC, tetep nyamanlah. Oiya 1 hal lagi yang saya perhatikan, si kenek wanita bawa semacam kaleng celengan yang dibunyiin cring! cring! cring! kalo narikin duit penumpang dan kaleng ini bisa dibuka, di dalamnya buat naro koin/kembalian dan karcis yang nanti dikasih ke kita setelah bayar. modal juga nih bis butut pake bukti karcis segala...

Bis berhenti di depan Central World. mol gede. kita turun disitu trus nyebrang jembatan penyebrangan, jalan kaki menuju Platinum. dari jauh kelihatan rame pengunjung. jadi penasaran juga sih karena belum pernah kesini.

Sampai di Platinum ini kita agak kecewa karena dalemnya persis ITC di Jakarta. sebelumnya emang pernah baca review juga sih tapi gak nyangka kalo mirip ITC beneran ternyata ya. Baru muterin sekitar 10 menit kita putuskan kalo balik aja ke hostel karena gak ada yang mau dibeli juga disini. kata papa "di sini gak ada oleh-oleh yang ada gambar gajahnya".

Eh tapi sebelum jalan pulang, saya sempat ngelewatin toko baju anak-anak yang jualan baju pesta dan jas. Nah, kebetulan saya emang lagi nyari buat Matteo pakai nanti di resepsi kawinan adik ipar. Kok ya kebetulan ada yang lucu dan eyang maksa suruh beli, karena murah katanya-dibanding jahitin di Jakarta. okelah kalo gitu, daripada pulang dari Platinum gak bawa tentengan...yaa kaannn :p

Pulang dari Platinum, eyang kung capek pingin istirahat di hotel katanya. okelah kita anterin eyang kung, trus saya dan mama jalan lagi keluar.....kemana lagi kalau bukan ke Patpong night bazaar lagi. haha. Dibanding kemarin kesini, kali ini bener-bener nyusurin dari ujung ke ujung. Trus sambil jalan kita sempet ngelirik lirik bar bar yang banyak cewe (entah cewe beneran ato jadijadian) pada nari-nari pakai tiang. Si mama nanyain penasaran, giliran aku ajak masuk dia nolak. haha.

Hari #3

Hari ini adalah hari terakhir sebelum balik ke Jakarta, kita jalan-jalannya gak jauh-jauh dari hostel, biar bisa cepet check out dan gak ketinggalan pesawat. Atas rekomendasi si staf hotel, kita pergi ke local market yang cuma 5 menit jalan kaki dari hostel. di sana banyak lapak jualan sih, tapi buat kita gak ada yang menarik. semacam emperan blok m kali ya kalo di sini. dan tetep aja "gak ada gambar gajahnya" kata papa. haha.

Lalu kita putuskan pergi ke MBK naik sky train demi 'oleh-oleh yang ada gajahnya' biar si papa seneng.

MBK rame juga ya ternyata, banyak ketemu orang indonesia disana. apalagi begitu sampai food court nya,  sana sini banyak orang-orang berbahasa indonesia.

Di food courtnya MBK nemu makanan yang si mama suka banget. semacam beef soup tapi kuahnya kaldu banget, disiram di atas soun lembut. panas-panas gitu. si mama berkalikali bilang enak.

Pulang dari MBK kita balik ke hostel dan siap-siap check out. Koper kita sudah bengkak, saatnya pulang ke Jakarta. kalo dilihat dari mukanya, para eyangs sepertinya puas liburan kali ini .

Sebenernya masih ada 2 spot yang pingin banget saya kunjungin, Chinatown dan floating market. tapi karena keterbatasan tenaga para turis sepuh ini hehehe mungkin next time harus balik lagi kesini ya.  Amin.


Monday, June 24, 2013

Mudik Kediri 2013

heyhooo...

Akhirnya liburan juga dengan keluarga besar. Kali ini curi start mudik duluan ke Kediri nyambung ke Malang. Rencananya mau sowan eyang-eyang di Kediri yang sudah lama banget gak dikunjungi sekalian  abis itu lanjut jalan-jalan ke Malang. 

Jumat, sekitar jam 11 siang kita sudah sampai di Surabaya. Dijemput pakai Elf gede banget udah kayak turis yang seterusnya bakal nemenin kita sampai ke Malang, diajak makan siang di Primarasa trus muter-muter kota Surabaya sebentar nyobain es krim Zangrandi yang konon mirip semacam Ragusa kalo di Jakarta. Abis itu setelah keliling kota Surabaya yang nanggung-kita mampir sebentar di rumah Mas Hari. oh senangnya punya saudara baik hati...

Kenapa nanggung? karena kedatangan kita sebenarnya sudah ditunggu-tunggu sama Bupuh Lastri di Kediri. ya karena tujuan utamanya memang sowan kesana, jadi mau gak mau kita cusss dari Surabaya ke Kediri yang makan waktu sekitar 3 jam lebih. 

Persis sampai depan halaman rumah Bupuh, disambut hujan deras sekali. Suasana rumah langsung hangat dengan obrolan lepas kangen, ketawa-tawa sambil makan rawon bikinan Bupuh Lies yang maknyuz sekali, ditambah lagi dengan polah dua anak yang ga berhenti-hentinya main kejar-kejaran pakai sapu. siapa lagi kalo bukan Matteo & Stefan. Rame!

foto keluarga dulu

Karena hujan yang lumayan awet, saya batal mau jalan-jalan naik becak muter-muter ke Jalan Daha. Apalagi  Matteo yang udah rengek-rengek minta kelon bobo, kecapekan dia kayaknya abis long trip Jkt-Sby plus kejar-kejaran pake sapu itu tadi. wasalam lah ya, mari kita bobo saja. 

..............................................................

Sabtu pagi naik becak sama mamah/eyang ti nyari sarapan pecel tumpang. Pecel tumpang itu sebenarnya ya pecel sayuran tapi ditambahin selain bumbu kacang ada tempe semangitnya (kalau kita bilangnya tempe bosok/busuk ngono lah). Lumayan sih rasanya, nyemek-nyemek gitu.

Karena perjalanan ke pecel tumpang naik becak lumayan deket, Matteo ngambek minta naik becak lagi. Akhirnya kita ajak Matteo nyekar ke makam bapaknya papah/eyangkung, naik becak yang agak jauhan biar puas. uh girang banget Matteo poninya kiwir-kiwir kelibas angin becak.






Selesai nyekar, kita beberes sekalian pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Malang. tepatnya ke Batu Malang. yes! off we go to Batu Secret Zoo...

Perjalanan dari Kediri ke Batu Malang butuh waktu sekitar 3 jam. Kita cuma berhenti 2x, pertama di daerah Pujen, makan baso malang sekalian beli oleh-oleh kripik buah-buahan.Yang kedua, kita berhenti di toko oleh-oleh (lagi) Macan, yang konon katanya kripik kentangnya enak. Toko Macan ini enak loh, walaupun tokonya kecil tapi lengkap, packing kardusnya rapi, dan bisa gesek kartu (penting).

Sekitar jam 1 siang kita sampai di Batu Secret Zoo. Lumayan rame ternyata karena liburan anak sekolah. Harga Tiket Masuknya Weekdays 75rb, Weekend 90rb. Gak nyesel bayar segitu! karena di dalam BSZ selain kebun binatang, juga ada wahana main anak & dewasa GRATIS!!! plus ada water park GRATISS!! ada fun house GRATISS!! playground GRATISS!!.... hepilah kalo gratisan sana sini mah. hihihi.

















Oya satu lagi perlu dicatat, ternyata komplek BSZ itu luaaaaaaaasss dan nanjak -____-. jadi stroler sangat berguna banget di sini buat yang bawa bayi dan balita.

Sampai akhirnya PapaChan nyerah, nyewa e-bike. dan kepake banget emang. selain buat rebutan krucils, juga bisa buat tempat nitip tas biar ga berat. hosh..hosh..hosh..

e-bike yg jadi rebutan -__- 

yangkung yg bingung nyobain e-bike hihi

Keluar dari arena BSZ ini sudah jam 1830. udah gelap dan laparrrrr. Lanjutlah kita menuju Batu Suki cottage tempat kita nginep eh kok ya kebetulan ada restorannya yang ada menu suki-sukian. cocoklah, udara dingin ketemu makanan yang panas-panas.

Perut kenyang-kita langsung check in. Tadinya sempet tanda tanya enak gak ya entar tempat nginepnya...eh ternyata sampai di Batu Suki Cottage kita sumringah semua. Tempatnya bagus, rapi, bersih, perabotnya juga masih terawat. Kita pesen via Agoda yang 1 rumah isi 3 kamar biar makin guyub. syukurlah tempatnya nyaman dan homey. sayang gak kefoto karena kamera saya low-batt. lupa bawa charger :(

Abis makan, mandi, istirahat sebentar, kita lanjut ke BNS (Batu Night Spectacular) yang sayang banget kalo dilewatkan walopun badan udah pada patah-patah.

BNS ini semacam arena hiburan malam warga setempat tapi cakep, banyak lampion yang bikin suasana malam di Batu Malang jadi cantik. Trus wahana permainannya juga lumayan banyak. Satu-satunya yang pengen dinaikin adalah Sepeda Udara. Jadi sambil naik sepeda udara, kita bisa lihat pemandangan BNS yang spektakuler dari ketinggian. lampu-lampu warna-warni dan lampion-lampion yang cantiiiiiiiiikkkkk. Gak rugi lah ya malem-malem dipaksain kesini.

Sekitar jam 2300 kita pulang dari BNS, pesertanya udah pada loyo, capek semua. Matteo & Stefan dikerokin bawang merah campur telon dulu sama eyangti biar boboknya pules gak masuk angin. Lepas midnight kita bobo semuanya....zzzzzZZZZZ.

...................................

Minggu paginya abis sarapan, siap-siap check out dari Batu Malang menuju Juanda airport. Tadinya mau mampir makan siang di Toko Oen, tapi karena waktunya mepet dan pak supir sepertinya takut macet akhirnya kita cuma bungkus roti, lemper, lumpia basah, roti kayumanis by Toko Oen, yang mana semuanya enak-enak!

Bener kan, sampai bandara udah jam 1600. sementara flight kita jam 1710. Lumayan ngepas waktunya untuk check in bagasi yang oleh-olehnya segambreng.

Senangnya mudik sparta ini sukses...anak-anak sehat, orang tua sehat semuanya sehat...next time kayaknya musti balik lagi ke Malang deh, masih penasaran ngubek-ubek kotanya.