Showing posts with label bestfriends. Show all posts
Showing posts with label bestfriends. Show all posts

Tuesday, October 16, 2018

Seminggu di seputar Kawaguchiko dan Tokyo

Akhirnya, saya kembali dari hiatus yang panjang.

Postingan saya terakhir adalah di tahun 2016, dan sekarang sudah lewat pertengahan tahun di 2018. Lumayan lama juga ya bobok nya. Penyebabnya bukan karena lupa password blog ini, tapi karena telanjur asyik dengan sosial media yang lain. Lagipula ada pekerjaan yang agak sulit ditinggalkan untuk sekedar menulis blog. Jadinya lama kelamaan malas nulis.

Sebenarnya tidak ada di agenda saya tahun ini pergi liburan ke Jepang. Semua terjadi mendadak saja gara-gara teman dekat saya, dia yang semacam 'adrenalin junkie' kalau nemu tiket pesawat promo murah kemana saja. haha

Bulan Mei ini Air Asia buka penerbangan langsung nonstop 7 jam Jakarta-Narita. Teman dekat saya tadi iseng-iseng buka laptopnya, sementara saya di meja sebelah lagi fokus dengan kerjaan. Tiba-tiba dia dengan semangat bilang kalau ada promo tiket ke jepang cuma 1.6 juta. Awalnya saya kurang tertarik karena mikir anak-suami yang bakal ditinggal di rumah, belom lagi ijin kantor, dll. Eh tapi pada akhirnya saya berjodoh ikut ke Jepang selama 7 hari dengan harga tiket yang lumayan murah. Itulah ya, if its meant to be, it will be...

Setelah dapat tiket pesawat, selanjutnya pengurusan visa karena paspor saya bukan e-paspor alias paspor biasa. Dibantu teman saya itu, dokumen-dokumen pengajuan visa pun beres. Tinggal janjian pergi bareng ke agen yang mengurus visa jepang, namanya VFS lokasinya di Lotte Shopping Avenue lantai 4. Pengurusan visa ini mudah dan cepat, hanya 5 hari kerja dan dikenakan biaya 500ribuan (lupa angka tepatnya berapa).

Salah satu tempat yang ingin kita datangi di sana adalah Shibazakura Festival yang berlokasi di sekitar Fuji-san berkisar antara pertengahan April sampai Mei. Semoga bisa terwujud lihat bebungaan sakura pink cantik bermekaran.

Begini kira-kira itinerary perjalanan kita kemarin:

12 Mei 2018, Berangkat dari Soetta Terminal 3 ke Narita
Pesawat take off jam 23:00. Kita bobo selama di perjalanan. Kira-kira jam 10 pagi (waktu Jepang) kita sampai di Narita. 

13 Mei, tiba di Narita Airport, naik bis menuju Tokyo Station untuk ganti bis lagi menuju Kawaguchi Station. Kira-kira kita sampai di Kawaguchi Station jam 4 sore, dan cuaca hujan saat itu. Untungnya hotel tempat kita menginap tidak jauh dari station. Kita menuju hotel dengan sedikit baju agak basah karena kehujanan. Tak apalah yang penting bisa mandi dan istirahat. Nama penginapannya Guesthouse Fujinokura Kawaguchiko. Kita menginap selama 2 malam di sini. Karena hujan terus sepanjang malam dan tidak bisa kemana-mana, akhirnya kita makan malam di restoran tempat kita kita menginap. Menunya ramen panas semangkok. Ditutup dengan minum sake, merayakan akhirnya sampai juga kita di Jepang dengan selamat. haha.

Apa kesan pertama buat saya begitu tiba di Jepang? Toiletnya canggih. 
Sampai butuh waktu lama buat saya liatin tombol pencetan dan fungsinya satu persatu. Ada tombol untuk Stop, tombol bidet, tombol pengering bokong, tombol musik kalau pas di toilet buang hajat berisik, tombol cebok area bokong pun ada lengkap dengan pengaturan kencang lembutnya semprotan! hahah keren amat ya. Belum lagi tisu toilet bisa langsung dibuang dan larut diflush tanpa bikin toilet tersumbat dan mengurangi timbunan sampah. Sungguh teknologi yang amat canggih.


14 Mei, bangun pagi disambut cuaca cerah habis hujan semalaman.
Agenda kita hari ini adalah muter-muter seputaran Kawaguchiko naik bus, melewati dua danau, Danau Kawaguchiko dan Danau Saiko, plus pemandangannya yang cantik. Lalu kita turun di Iyashi No Sato. Di sini semacam desa dimana rumah asli penduduk jepang dilestarikan dan sudah berubah fungsi menjadi museum, toko suvenir, galeri dan restoran. Serunya di salah satu rumah ini menyewakan kimono seharga 1000 yen dan kita bisa pinjam sambil foto-foto cantik dengan latar belakang pemandangan dan Fuji-san yang indah itu.

Setelah puas foto-foto dan makan siang, kita lanjut naik bis balik ke Kawaguchi Station lalu beli tiket kereta menuju Chureito Pagoda berhenti di Shimo-Yoshida station. Kali ini ingin melihat keindahan Fuji-san dari atas kuil Arakura shengen. Perjuangannya luar biasa untuk melihat pemandangan dari atas. Kita naik 400 anak tangga. Lumayan bikin paha kenceng.


Hari semakin sore, melanjutkan perjalanan berikutnya dari Shimo-Yoshida Station kita kembali ke Kawaguchiko Station, ambil jalur blue line, kita pergi ke Oishi Park naik bus. Disini kita duduk-duduk di taman menikmati (lagi-lagi) pemandangan Fuji-san dan danau sambil makan es krim lavender. Sekitar 30 menitan kita duduk sambil melihat turis-turis lain yang sibuk berfoto. Tidak lama petugas taman mengusir pengunjung karena tamannya mau tutup. Padahal masih sore saat itu dan akhirnya kita balik ke Kawaguchiko Station dengan bus yang lumayan penuh. 

15 Mei, Bangun pagi-mandi-sarapan dengan menu makanan yang kita sempatkan beli semalam di Lawson dekat Station, tinggal dipanaskan saja di microwave. Hemat uang dan hemat waktu karena kita mau mengejar bis paling pagi untuk ke Shibazakura Festival. 

Tuh kan ternyata benar, kita berada di antrian paling depan bis menuju Shibazakura Festival. Loket baru buka pukul 8 pagi. Begitu melihat kita datang, si ibu penjual loket berusaha menjelaskan kalau bebungaan yang mekar tinggal sedikit. Tidak lagi cantik rimbun seperti bulan April lalu. Yah mau gimana lagi kan tujuan utama kita memang mau lihat kayak apa sih Shibazakura Festival ini. Akhirnya tetap kita beli tiket daripada penasaran.

Perjalanan naik bis sekitar 30 menitan. Tidak ada macet. Semuanya tertib berkendara. lagipula kalau kita lihat kanan-kiri dari jendela bis, warga jepang tidak seramai Jakarta ya. Orang-orangnya lebih suka di dalam rumah/gedung daripada nongkrong pinggir jalan. 

Sampai di tujuan, apa yang dibilang si ibu loket tadi pagi ternyata benar. Bunga yang mekar tinggal sedikit. Tapi pengunjung lain juga mulai berdatangan dengan bis-bis tour besar. Maka kita gerak cepat langsung ambil spot cantik, foto-foto, dan tidak tertarik jajan di area food courtnya. Kita pilih antri bis lagi untuk kembali ke hotel, check out, ambil koper dan pergi ke Gotemba. Karena dari Gotemba kita mau langsung menuju Tokyo.

Dari Kawaguchi Station kita naik bis menuju Gotemba. Enaknya bis ini ada bagasi untuk tempat koper kita, jadi perjalanan kemanapun naik bis tetap nyaman. Sampai Gotemba kita sewa loker untuk menitipkan koper-koper yang berat ini. Lalu kita berkeliling premium outlet dan makan siang di sana. Tadinya saya berniat beli entah sepatu atau sport bra olahraga, tapi begitu lihat penunjung ruame banget selera belanja langsung drop. Hanya teman saya yang berjodoh belanja di sini. 

Dari Gotemba kita cuss ke Tokyo naik bus lagi. Harusnya perjalanan berkisar 1.5 jam, tetapi karena ada kecelakaan di jalan tol perjalanan jadi agak lama, 2 jam lebih. Sampai di Tokyo Station pun sudah kira-kira jam 1930. Dari Tokyo Station kita langsung mencari line kereta yang menuju hotel tempat kita menginap selama beberapa hari ke depan. Hotelnya di daerah Ryogoku, daerahnya pesumo. Nama hotelnya Khaosan World Ryogoku.

16 Mei, hari pertama di Tokyo kita mau pergi ke Asakusa, Sensoji Temple. Dari situ ke Tokyo Sky Tree, lalu ke Odaiba. Sampai di  hotel sudah gelap.

17 Mei, hari kedua kita ke Kawagoe, Saitama. Daerah ini masih di pusat kota Tokyo dan banyak cerita sejarahnya. Banyak kuil, tempat jualan jajanan jadul dan banyak spot lucu untuk foto-foto disini. Pulang dari Kawagoe, kita menuju Harajuku dan Shibuya, strolling around, belanja Daisho, Matsumoto, sampai beli tas ekstra khusus untuk oleh-oleh hahaha. Di Shibuya kita sengaja cari resto goiza yang direkomendasi banyak turis, sampai kebingungan bolak balik sambil buka googlemap tapi akhirnya ketemu juga. Setelah dicoba, rasanya bener-bener enak, murah dan antri walaupun tempatnya nyempil.

18 Mei, hari terakhir di Tokyo sebelum besok kita pulang ke Jakarta. Hari ini kita mainnya agak jauhan dikit, di ujungnya Tokyo, yaitu Yokohama. Yokohama ini semacam Tanjung Priok kali ya karena dekat pelabuhan. Tapi kita gak sangka kalau Yokohama ternyata cakep juga pemandangannya. 

Turun dari station, kita jalan kaki menyusuri Yamashita Park, bunga-bunganya cantik semuanya! pengunjung yang datang dari bayi-bayi ada di dalam stroller sampai guling-guling rumput, remaja anak sekolah sampai manula yang asyik melukis ataupun cuma duduk-duduk piknik sambil menikmati pemandangan pelabuhan. Rasanya adem banget ngeliatnya padahal cuaca lagi panas-panasnya. 

Kunjungan ke Yokohama hanya sampai beli makanan di Lawson, piknik di rerumputan sambil kasih makan burung lalu jalan kaki lagi di bawah cuaca yang amat terik kita ke Red Bricks Warehouse, minum bir sambil ngaso sebentar. Lalu pulang menuju station terdekat. Kita tidak pergi ke Chinatown yang masih satu area. Kenapa? karena panas siang itu dan udah cukup puas seharian keliling di Yokohama.

Pulang dari Yokohama kita mau langsung pulang ke hotel saja, beberes koper karena besok sudah cuss ke Jakarta. Oiya karena ini adalah malam terakhir di Jepang, khususnya di area Ryogoku, areanya pesumo, maka wajib hukumnya kita mencoba makan Chanko Nabe. Menu ini semacam shabu-shabu tapi porsi jumbo alias porsi makanannya pesumo. Eh tapi kita ga seganas itu loh pesan satu orang satu porsi, karena ukurannya besar kita cuma pesan satu porsi bertiga. itu aja lumayan kenyang. Benar-benar culinary experience kali ini.

19 Mei, check out hotel, off to Narita by train, beli oleh-oleh di bandara sekalian ngabisin sisa recehan yen, menikmati perjalanan udara selama 7 jam nonstop. Dadah babay Tokyo sampai ketemu lagi ya!


Thursday, February 20, 2014

Korsel Winter Trip


Liburan kali ini adalah edisi cewe-cewe yang nekat pengen ngerasain jalan-jalan di cuaca winter, pengen nyicipin salju nyicipin dalam arti sebenarnya loh ya, pake lidah. dijilat. *serius*. Gak ada cowo/pacar/suami yang ikut. cuma kita bertujuh perempuan-perempuan yang sebagian dari kami kepingin banget exploring korsel tanpa ikut tour dan prioritas utama adalah mengunjungi spot-spot adegan sepertifilm-film korea itu *sigh*. sudah pasti tentunya bukan saya ya. saya bukan penggemar film korea. bukan penggemar kimchi. bukan penggemar liburan winter.

Lah terus ngapain ikut mak? mana pas banget hari pulang ke jakarta bertepatan dengan ultah matteo dimana udah bejibun rencana yang sudah saya siapkan dan batal dieksekusi. Demi kesempatan yang sayang kalau dilewatkan (kebetulan cuti diapproved ama bos) dan demi kesetiakawanan hubungan pertemanan kami, jadilah saya kesana. Maafkan mamamu nak. 

Menjelang keberangkatan ke Korsel, justru saya gelisah karena ga punya baju winter, takut  baju-baju yang saya bawa gak cukup anget untuk melawan musim dingin di sana, mana skejul kita bakalan jalan-jalan terus di luar. Tapi akhirnya masalah kostum winter terselamatkan berkat uluran kasih temanteman (halah) yang mau minjemin beberapa coatnya untuk kita. lumayan kan hemat. hihihi.

Dari Jakarta ke Korea Selatan berangkat naik AA yang harganya ga promo-promo amat. 4,3juta tiketnya. mahal engganya gak peduli karna bisa dicicil dua kali lebaran haha. Yang jelas liburannya ala backpackeran. hemat sehemat-hematnya. Tidur sharing di satu apartemen. Bawa uang saku dipas-pasin biar gak boros. Winter coat minjem, cuma modal sweater yang udah ada, beli longjohn buat lapisan dalem biar anget, sama winter boots (untung) dapet diskonan . Ini mau liburan kenapa kere amat sik hahaha. Justru di situ letak serunya.

Hari pertama
Take off dari CGK jam 2030, transit di KL dulu tengah malem. Tidur-tidur ayam di pesawat selama 6 jam perjalanan. Sampai di bandara Incheon-Seoul kira-kira jam 09 pagi waktu setempat. Dengan mata zombie dan perut laper karna gak bisa tidur di pesawat. Ditambah lagi udara yang dingiiiiiiiiiiinnn banget di luar sana. minus 4 dercel!

Di toilet bandara kita ganti baju dulu biar kuat menghadapi angin di luar sana. pakai longjohn, pake doble sweater, coat, syal, sarung tangan, kaos kaki, boots, hoodie, lengkap. tinggal mata doang yang keliatan.

Menuju apartemen kita naik limousine taksi yang ternyata muat angkut kita bertujuh berikut koper-kopernya. Walau taxi limo ini lumayan mahal harganya untuk sekali trip dari Incheon ke pyeongchon (lokasi apartemen kita) ongkosnya KRW 88000. untung dibagi tujuh ya, jadi masih okelah. 

Kita nginep di Jimmy guest house yang di pyeongchon, karena tadinya mau nginep yang di hongdae, tapi penuh. 1 apartemen ada 3 kamar. total bed nya ada 10. kalau dihitung kita kena rate Rp.300ribuan/malem. Enaknya nyewa apartemen gini penghuninya ya kita kita aja, gak kecampur sama orang lain. asiklah. 

Apartemennya sendiri enak kok. bersih, warnanya dominan putih. lumayan lengkap printilannya mulai dari peralatan makan, microwave, kulkas, mesin cuci, tv set, komputer, free wi-fi, free snacks. so far sih nyaman aja tinggal situ. 

Sampai di apartemen kita langsung taro koper, dibrief sama Jimmy tentang rules apartemennya, gimana nyalain mesin cuci, nyalain kompor, mencet tombol microwave yang ga ada bahasa latinnya alias tulisan hangul semua *doh*.

Abis itu lunch ke restoran yang 5 menit jalan kaki dari apartemen. Buat saya yang baru pertama kali ngerasain winter, begitu nemu restoran rasanya seneeengg banget. karena ANGET! Agak perjuangan buat saya karena saya kurang suka dengan udara dingin. Tapi yah mau gimana lagi demi saljuu oohh saljuu.

Setelah perut kenyang, off we go naik tour bus yang ceritanya mau nyobain Night City Tour. Lokasi loket Seoul city tour bus ini ada di Gwanghwamun, dekat kantor polisi, yang gak jauh dari situ ada Donghwa duty free. Nah berhubung waktu itu jadwal night city tour kita jam 8 malem dan gak mungkin nunggu di luar dong..dingiiiinnnn, sementara kita jam 6 sore udah sampai di halte bis, maka daripada iseng nunggu di luar kedinginan, berbondong-bondonglah kita masuk ke duty free dekat situ. numpang angetin badan sekalian belanja  *sigh*.

Jam 2000 tepat bis kita datang. asikk bisnya double decker. kita semua pilih duduk di atas. kapan lagi kan bisa liat pemandangan kota Seoul di malam hari.

Tapi entah karena di dalam bis yang anget atau karena kecapekan, mata saya jadi ngantuk berat. Sekitar 10 menitan saya masih lihat-lihat keluar jendela bus. Setelah itu zzzZZZZZZZ sampai tiba lagi di tempat kami naik. hahahaha parah.

harga untuk Night City Tour : KRW12000.


Hari kedua
Aktivitas pagi di apartemen gak beda jauh sama kos-kosan. Ada yang manasin sarapan, bikin kopi, buka peta hari ini mau jalan kemana, ada yang nongkrong di wc lama banget.

Pagi itu saya iseng-iseng buka jendela. Di luar jendela tampak seperti bulu-bulu berwarna putih melayang-layang seperti bulu burung. Sempat berpikir beberapa detik: "kenapa banyak amat burung ya di Korea" setelah itu saya teriak:

SALJU!!! GUYS DI LUAR SALJUUUUU!!!! histeris sambil ketawa saking noraknya.

Untung yang norak bukan saya doang. Teman-teman langsung sibuk ambil kamera, jepret sana sini. ada juga yang sibuk langsung milih mau pakai outfit winter apa yaaaa hahaha.

Ya, bersyukur sekali kita dapat salju di hari kedua dan yang paling nyenengin adalah hari ini kita mau SKIIIIIIIII....*gaya yah*.

Iya gaya banget mau nyobain ski yang ternyata nantinya akan disesali kemudian.

Pagi itu kita semangat banget. jam 6 pagi udah dijemput taksi yang nantinya kita akan diturunin di halte entah dimana lupa namanya, nah dari situ akan ada bis yang bakal jemput kita menuju Jisan Ski Resort.

Ada dua tour leader di dalam bis itu yang duaduanya untunglah bisa bahasa inggris walaupun pronounciation nya cadel ala Korea tapi syukurlah kita ngerti hihihi. penumpang bis dibagi menjadi 2 grup, ada grup yang main ski-sebagian grup lagi ada yang pergi spa. Nah untuk grup kita yang main ski, ditemenin sama Erica-salah satu tour leader.

Si Erica inilah yang nemenin kita nyewa baju ski, briefing tentang perlengkapan ski, ngajarin kita gimana pakai sepatu ski di atas 'plate' nya, sampai dengan pemanasan sebelum mulai ski dan tips apa aja yang musti kita lakukan kalau ternyata kita udah berhasil meluncur dari atas sana. Jadiiiii main ski itu bukan hanya pake baju trus langsung meluncur yaaa. syulit mak...ternyata sulit.

Sesulit-sulitnya hidup, belom pernah make sepatu sesulit ini. hahahhaa. butuh sekitar 20 menit buat saya untuk make 1 sepatu ski!!! itu baru 1 sepatu loh hahahha. sempat mutung juga loh garagara sepatu keparat ini. tapi begitu inget bayar ski ini kalo dikurs sekitar 1 juta rupiah, saya pun semangat lagi. AYOO CYN KAMU BISAA!!! SATUJUTA NIHHH!!! hahahaha

Jadi yaaa impian saya bisa meluncur bolak balik dari atas bukit akhirnya pupus juga. Persiapan make sepatu yang menguras tenaga di atas bukit itu, akhirnya saya cuma dapet meluncur satu kali aja. Itu juga kebanyakan jatohnya karena takut nabrak orang. -________- 

Adalagi teman saya yang trauma jatoh dua kali kehilangan keseimbangan nyobain meluncur di salju datar. padahal dia belum sempat naik ke atas bukit loh, tapi karena takut kenapanapa-jatoh mulu, akhirnya dia nyerah. nyari smoking area dan jajan cemilan. hahahhaha.

daripada cedera jatoh mulu mending pasrah ndlosor 

Yah jadi intinya adalah lumayanlah main siki ini dijadikan sebagai pengalaman. kalau disuruh balik sini lagi nnngggg...mending ke tempat yang lain aja kali ya.

Pulang dari main ski, kita lanjut jalan ke Myeongdong. saatnya nyobain street foods yeayy!! hidup jajanan murah meriah! haha.

Myeongdong malem itu emang rame banget dan rame selalu bukan sih. Di situ kita coba semua jajanan pinggir jalan. mulai dari sosis haram, kue bentuk ikan isi kacang merah, korean pancake, kentang spiral, kripik ubi, sampe buah strawberry gendut yang rasanya manissss. enak banget sih disini bisa nemu strawberry pinggir jalan yang rasanya manis.

Puas jajan di Myeongdong lanjut kita ke Namsan Tower yang gak jauh dari situ. Jalan kaki 10 menit kita ke sana. Namsan Tower ini katanya sih Icon nya kota Seoul. semacam monas nya Jakarta gitu kali ya. bedanya kalo di monas kan liftnya horor, nah ini kita naik lift yang dibilang 'cable car'. Tiketnya KRW25500 / orang.

Hari ketiga
Hari ketiga dan salju masih berpihak pada kita. Pagi ini seneng deh bisa lihat salju tebal dimana-mana, di jalan, di atap mobil, di pohon.

Agenda kita hari ini adalah mengunjungi Gyeongbokgung Palace. Seperti hari pertama kita naik MRT menuju Gwanghwamun station untuk bisa sampai di palace ini. 

Salju masih turun begitu kita sampai disana dan beruntung banget gak lama sesudah sempat foto-foto, kita bisa nonton upacara pergantian penjaga yang berdurasi sekitar 15 menitan.

foto bareng guard yg paling ganteng di depan palace

Upacara pergantian penjaga ini sih sebenarnya biasa aja ya, yang bikin menarik itu karena si penjaga yang pakai kostum mirip daster warna warni lengkap dengan topi dan senjatanya, trus diiringi alat musik yang unik seperti beduk korea yang ukurannya gedeee banget, trus ada peniup trompet dari kerang asli, sama perkusi kayak tutup panci. Tapi yang bikin salut tuh para orang-orang korea semacam panitia yang ngatur pengunjung bisa bikin tertib. nonton tertib, fotofoto tertib, yang ngrokok di sekitaran palace diomelin. Keliatan banget kalau warga Korea mencintai budaya dan negerinya.

Selesai dari situ, kita laper banget dan ga sabar pengen nyobain makan samgyetang yang tersohor itu. Samgyetang itu  semacam sup ayam dimasak di dalam pot yang ada ginseng dan kurma sebagai salah satu bumbunya. Di dalam ayam itu sendiri begitu dibelah akan keliatan nasi ketan di dalammnya. hmmm pulen enak sehat kenyang! Ga percuma antri panjang di restoran ini, kita pulang dengan sumringah.

kanan: samgyetang. kiri: semacam 'martabak telor' 

Kalau perut udah gak rewel gini, kemana aja pun dijabanin. Sepakat kita naik hop on hop off muterin Seoul lagi dan mampir di Deoksugung Palace. Tapi ternyata sampai di sana sudah kemaleman. Cuma sempat foto foto sebentar lalu kita pulang.

Hari keempat


 tugunya Nami Island kurang catchy nih..

Buat temanteman para pecinta WinterSonata, hari inilah yang ditunggu. Kita pergi ke Nami Island. Cara menuju Nami Island naik MRT, kita harus sampai dulu di Gapyeong Station. nah dari situ kita antri bis menuju dermaga Namiseom. Lanjut naik ferry dari dermaga menuju Pulau Nami yang cuma 5 menitan.

Kata orang-orang yang pernah berkunjung kesini, ada dua musim yang bagus kalau mau pergi ke Nami Island : autumn dan winter. Kebetulan kita dapet yang winter. dan memang benar sih kita banyak dapat foto-foto bagus disana. momentnya pas banget salju berjatuhan.

saljuuuu

Oya di daerah sekitar areal parkir dekat dermaga banyak sekali restoran. Sebelum kita nyebrang ke Nami Island, makan siang dulu di sana. menunya semacam chicken bbq yang rata-rata restoran lain menyajikan menu serupa.

chicken bbq & semacam 'cilok' hihihi

Setelah makan siang kita antri naik ferry dan nyebrang ke Nami Island yang konon ada sejarahnya loh kenapa pulau ini jadi terkenal. silakan digoogle sendiri kalau penasaran ;)

Hari kelima
Ini hari terakhir sebelum besok kita siapsiap pulang ke Jakarta. Hari ini adalah jadwal kita belanja oleholeh yeaayyy....eh tapi sebelum belanja, pagi harinya kita sempatkan mengunjungi gereja Myeongdong Chatedral dulu untuk berterima kasih karena sudah diberi kesempatan dan kesehatan mengunjungi negara ini dengan lancar.

Gak lama kok foto-foto dan berdoa di sana, karena seperti biasa saking seringnya jalan kaki, perutpun jadi sering lapar hehehe. Sepulangnya dari gereja, kita makan siang di salah satu resto dekat gak jauh dari gereja dan kita menyesal karena satupun dari kita gak ada yang ingat nama restorannya. Padahal menunya cocok dan enak banget.

Setelah makan siang di restoran yang enak itu, kita lanjut mencari lokasi Cheonggyecheon Stream yang terkenal di film korea apalah itu saya gak nonton. Yang buat saya sih kok kayak kali di tengah kota ya, tapi buat temanteman lain katanya ada sisi sentimentil tersendiri kalau lihat filmnya. yaawokedeeehhh..

Selesai foto-foto di sungai buatan itu, kita belanja oleh-oleh di Insadong. di sana kita dapat kaos, gantungan kunci, magnet kulkas, cutlery set, lengkap dan bisa pakai gesek kartu. penting itu hahaha.

Kita gak lama belanja oleh-oleh karena udah ditunggu jadwal Nanta Show jam 1700. Jadi kita jalan cepat-cepat menuju MRT station takut gak keburu.

Nanta show ini lumayan keren dan menghibur ternyata. Gak nyesel nonton ini atas rekomendasi Jimmy si pemilik apartemen. Next time kalau balik kesini sama orang tua bolehlah jadi rekomendasi.

Kelar 60 menit dihibur Nanta Show, kita masih mau belanja lagi. Kemana lagi kalau bukan ke DAISO!! surganya ibu-ibu rempong hahahaha. Cuss kita ke Daiso 4 lantai yang di Hongdae. Maap maap aja kalau disini lamaaaaaaaaa banget udah masuk gak keluarkeluar karena lucuuulucuuuuuuuuuuuuuu.

Kalau gak inget bakalan kemaleman takut ga dapet MRT, kita semua sepertinya masih lupa jam, lupa total belanjaan, lupa bagasi yang belinya sharing!! hihihihihi.

Hari keenam
Dengan mata zombie setelah semalem gak pada tidur ngepak barang-barang. Pagi pagi buta kita udah dijemput taksi yang akan bawa kita menuju bandara Incheon. byeeee apartemen, byeee korea....liburan kita udah habis saatnya kembali ke Jakarta, kerja lagiiiiiiii, kangen anak n suamiiii....hahahha. Thanks buat temanteman dan kesempatan yang diberikan. Semoga kita selalu diberi kesehatan dan umur panjang untuk hadir di acara liburan selanjutnya. Amiiiiiiiiinnnn.


Monday, March 26, 2012

Maret longwiken

Longwiken di tengah bulan abis gajian itu emang enak banget ya :)

Walaupun gak keluar kota, tapi cukup padet juga acara long wikenan ini. Yang paling seneng itu hari Sabtu, ketemu teman-teman alumni SMP, salah satu teman undang selametan di rumah barunya. Ujung-ujungnya arisan juga.... dasar mamak-mamak ga bisa ngumpul dikit, bawaannya pengen ngocok aja. #eh.

Matteo senang dia karena banyak teman mama yang bawa anaknya juga. Mulai dari main di kamar, nonton tv, main di taman kompleks sampai mandi-makan bareng! hihihi. Bener-bener deh main terus dari siang sampai malem. Kalau ga rewel gini besok diajak lagi ya nak.. 

ayunan yang jadi rebutan 


 next, arisan generasi kedua :)


Minggunya...

Janjian ketemu sama mbah & tante nanda di Lottemart KuninganCity. kenapa Lotte? karena gak rame, belanja nyaman, troli masih bagus, rodanya gak seret dan gak karatan kayak toko sebelah, raknya rapi dan gak nemu satu pun mbak-mbak lagi rapihin stok barang yang bikin macet lorong, dan tinta struknya jelas loh #penting. ya, saya termasuk mamak-mamak yang doyan ngecek struk belanjaan...

Eh tapi kemaren dapet kejutan loh dari Lottemart KunCi. Buat yang belanja dengan kelipatan 200ribu dapet foto studio untuk anak-anak GRATIS! makin cintalah saya sama Lottemart hihihi...

buat mamak-mamak yang belom sempet foto studio buat anaknya karena ngerasa ga perlu-perlu amat kek saya ini, begitu disodorin gratisan dijamin langsung mau'an. :p

Untungnya lagi nih, Matteo gak ngambek dipakein kostum. Saya sempet takut dia nangis karena takut sumuk di dalam kostum. ternyata sampai selesai foto pun dia malah lari-lari pakai kostum yang gak mau dicopot! haduh.

mamaaa kostumnya kekecilan

aku si kepik gembil :)


Monday, March 5, 2012

Konser kangen


Kangen nyanyiin lagunya. liriknya yang gak biasa. dan pengen lihat mukanya si Per Gessle yang gak pernah jelas. gak tau kenapa ya yang sering jadi headlines itu foto mukanya si Marie Fredriksson. dan penasaran sudah setua apa ya mereka berdua? apa masih sekeren dulu? 

Sabtu kemarin semua pertanyaan terjawab. Bersama teman-teman dekat kita nonton Roxette di Ancol. Iya, si duo swedia itu terlihat sudah uzur. Masuk umur 50-an fisik gak bohong. Kerutan di leher terlihat jelas waktu muka Marie tersorot di layar. Nada yang diambil pun sudah jauh dibawah lagu aslinya, tempo ikut melambat. tapiiiiiii........ salutnya kolaborasi suara mereka masih tetep keren. uhuhuhu...terharu deh lihat mereka yang masih semangat hibur kita.

Sama kayak mereka, kita juga udah gak sanggup pesen tiket di deretan festival. Sudah gak kuat berdiri makk..pegel. fisik kita juga dah ga boong, sangu nya aja tolak angin sama koyo haha. dah mak-mak gini  mending duduk manis aja deh di tribune :p

Gak banyak cerita, yang jelas kita semua puas. Puas bisa diobatin kangennya sama Roxette. Biarpun ada 1 kejadian anti klimaks dimana pas si Marie dah ambil ancang2 mau nutup lagu dengan suara tingginya itu ehh mike nya mati! hwaa..saya yang nonton aja langsung maknyes sedih. huhuhu kenapa pas bagian penutup sih... 

Tapi abis itu tepuk tangan saya paling kenceng plus bonus lengkingan andalan heheh...karena memang keren! keren! duh berapa kali saya musti bilang keren. Puji Tuhan konser berjalan lancar dan tertib. dan yang paling penting kangen saya terobati....terima kasih Roxette :)

senyum puas penonton :)