Showing posts with label familytime. Show all posts
Showing posts with label familytime. Show all posts

Monday, May 5, 2014

Legoland Johor Bahru



Kenapa cuma sehari di Legoland? kenapa gak ke Singapur dulu sekalian? iya, karena saya cuma dapet cuti sehari, itu pun masih untung pas ada libur kejepit di hari jumatnya. Lagipula saya lagi di fase mabok kehamilan anak kedua. Jadi belum berani pergi jalan-jalan lama, cari aman aja deh, yang penting bisa escape sebentar bareng keluarga :)

Sebelum cerita, saya mau berterima kasih dulu kepada pemilik blog ini karena infonya sangat bermanfaat buat saya dan keluarga yang baru pertama kali ke Legoland dengan bujet yang hemat. karena hemat itu penting! ya kan makk :D

Kamis, 01 Mei 2014
Jam 0900 wib

Kami akhirnya ke bandara dengan mobil pribadi yang nantinya akan mencoba fasilitas parkir inap di bandara Terminal 3. Menurut informasi yang kami googling, harga tarif parkir inap per 6 jam pertama = Rp. 20,000 dan setiap 1 jam berikutnya dikenakan Rp. 2ribu. Nah, jika bepergian sekeluarga tidak lebih dari 2 hari mending parkir inap kendaraan pribadi di sana, karena harganya masih lebih hemat dibanding naik taksi pulang pergi dari rumah ke bandara. Oke kami coba deh, lagipula untuk pengalaman kami juga nantinya.

Pergilah hari itu kita dengan mobil pribadi menuju terminal 3 Bandara Soetta. Lokasi parkir inap: begitu masuk gerbang utama terminal, belok kanan sampai mentok trus kanan lagi - ikuti saja petunjuk PARKIR INAP.  

Ketika kami sampai di terminal 3, apa yang terjadi begitu terima karcis tanda bukti parkir inap? di bagian bawah kertas karcis tertulis: TARIF PARKIR INAP NAIK PER TANGGAL 1 MEI 2014. saya dan baba pun spontan ngakak bersama. kenapa musti hari ini sikkk naiknya?? -_______-

Oke, jadi per tanggal 1 Mei 2014 Tarif Parkir Inap bandara naik menjadi 40 ribu per 4 jam pertama. dan 1 jam berikutnya dikenakan 4 ribu

Oya, parkir inap di bandara ini dijamin aman karena pengawasan 24 jam. Tapi untuk berjaga-jaga jangan lupa siapkan kunci stir mobil dan sedikit tip untuk petugas parkirnya karena sudah menjaga kendaraan kita yang ditinggalkan selama beberapa hari dengan aman.

Jam 1500 LT (Local Time)

Kita tiba di Senai Airport. Perbedaan waktu Jakarta dengan Johor Bahru 1 jam. Dari Senai rencananya kita akan naik shuttle bus gratis ke JB Sentral, dari situ tinggal jalan kaki menuju hotel. Kebetulan memang saya sengaja mencari hotel yang dekat JB sentral supaya lebih gampang kemana-mana naik bis.

Untuk penumpang Air Asia ke Johor Bahru, tiket airport shuttle bus bisa diprint langsung di sini. Praktis dan hemat. Tidak perlu keluar uang untuk biaya taksi dari airport ke hotel, begitu pun sebaliknya. Tinggal tunjukkan kertas print out ke petugas bis, lalu silakan bebas pilih kursi di dalam bis.

itu dia airport shuttle bus datang!

Airport Shuttle bus ternyata lumayan nyaman. Bisnya ukuran besar seperti bis-bis yang ada di Singapore. ACnya berfungsi baik. Ada pula tempat untuk meletakkan koper di dekat pintu masuk dan bisnya sendiri nampak terawat. Ada 2 televisi gantung yang menayangkan iklan-iklan saja, bukan sinetron. Pak Supirnya pun tidak lantas semena-mena menyetel lagu Pance Pondaag atau Broery Pesolima. Jumlah penumpang yang diangkut dari bandara juga tidak banyak, jadi tidak ada rebutan kursi - malah sebaliknya banyak kursi kosong. Senang rasanya jadi penumpang bis ini.

ada yang girang naik bis kosong :D

Untuk penginapan, saya pesan Citrus Hotel di Jalan Station via Agoda. Harusnya kalau mau lebih hemat lagi bisa lewat AirAsiaGo. Tapi info itu saya dapat belakangan setelah pesan hotel lewat Agoda. Jadi ya gapapalah, next time, maybe  ;)

Mencari lokasi Citrus hotel setelah turun bis di JB Sentral bukanlah perkara yang mudah karena baru pertama kali dan  kami belum hafal 'medan' nya. Tapi setelah hari kedua dan ketiga bolak balik dari teminal bis ke hotel, kami pun sudah lincah dan tidak kesulitan lagi.

Rute mencari Citrus Hotel dari Terminal bis JB Sentral : masuk ke JB City Square, naik melalui eskalator. Ikuti saja petunjuk menuju mal JB City Square. Lalu cari eskalator arah turun dekat kios bra Triumph. Dari situ turun melalui eskalator lalu lurus saja ke exit di samping toko sepatu olahraga. Ikuti jalan keluar ke arah hotel melewati money changer di sebelah kiri. Jalan terus menuruni tangga manual yang ada kedai nasi kampung Kandar di bawahnya. Lalu tinggal nyebrang jalan sedikit, sampai deh ke Citrus Hotel.

Tips: Kalau memilih nginap di hotel ini, jangan lupa bawa colokan kaki 3 karena di hotel itu sendiri tidak tersedia/tidak ada penyewaan. Colokan kaki 3 bisa dibeli di toko dekat hotel harganya RM 8.

Mencari makan malam atau makanan di dekat hotel pun tidak susah. Tinggal jalan kaki sedikit bisa masuk mol city square. Di dalam mol tentu banyak pilihan makanan. Tapi kalau bosan makanan mol, bisa jalan-jalan malam sepanjang jalan meldrum walk. disana banyak kedai kopi kopitiam, shabu house dan jajanan lainnya.

Jumat, 02 Mei 2014
Jam 0630

Yeay Legoland day!

Pengennya sih begitu buka selimut di pagi hari  langsung menjerit senang karena this is the day!. Tapi apadaya semalam Matteo sempat panas badannya. Analisa saya sih karena kemarin dia tidak tidur siang sama sekali, baik itu di pesawat maupun di hotel - mungkin karena terlalu exciting sudah lama tidak naik pesawat kali ya. Jadilah semalaman dia merengek kakinya pegel, badannya panas.

Setelah mandi air hangat dan sarapan pagi di hotel (Matteo masih lemas tidak mau makan sama sekali), saya buru-buru keluar hotel cari paracetamol. (iya saya lupa bawa tempra dari rumah-jangan ditiru ya). Untunglah saya nemu sevel tidak jauh dari hotel dan setelah cakap melayu campur inggris ketemulah Panadol Syrup yang mengandung paracetamol untuk budak-budak alias anak-anak. Cepat-cepat saya balik hotel dan minumkan ke Matteo. Bagaimanapun juga show must go on ;'(

Setelah bersiap-siap, kami pergi dari hotel melewati JB sentral lagi untuk naik bis menuju Legoland. Ya, naik bis lagi. Senangnya kami gak perlu nawar taksi dan keluar uang extra untuk transportasi. Cukup membayar RM 4.50 saja per orang (dewasa) dan free of charge untuk anak dibawah 6 tahun. Lama perjalanan dari JB Sentral ke Legoland naik bis adalah sekitar 45 menit. Di tengah perjalanan, bis sempat mampir ke Hello Kitty Town untuk menaikkan/menurunkan penumpang.

Untuk mencari bis jurusan Legoland dari JB Sentral ada di Jalur 1, nomor bisnya LM1. Perlu waktu yang lumayan lama untuk kami menunggu bis datang. Tapi penantian kami sepadan dengan kenyamanan bis karena kami bisa dapat kursi dan duduk nyaman sampai di tujuan.

Terminal bis JB Sentral. Jalur 1 tempat tunggu bis ke Legoland

Tips:
1. Jangan lupa siapkan uang pas sebelum naik bis, karena driver tidak sedia uang kembalian. banyak yang disuruh turun bis untuk tukar receh dulu supaya bisa naik ke dalam bis.
2. Datanglah lebih awal supaya bisa dapat antrian naik bis lebih dulu karena bis menuju Legoland lumayan banyak peminatnya. mending dapat duduk kan daripada berdiri di dalam bis 45 menit ;)

Dimana bisa beli tiket Legoland? tiket masuk ke Legoland bisa dibeli di travel agent atau di web Legoland. Oya, driver bis jurusan Legoland menjual tiket masuk juga loh, sayangnya waktu itu saya tidak tanya berapa harganya.

Setelah perjalanan selama kurang lebih 45 menit, bis akhirnya berhenti di depan Legoland. Kita disambut sorotan matahari siang yang panasssss banget. Dari tempat kita turun bis, hanya butuh jalan kaki untuk sampai ke pintu gerbang utama Legoland dan tidak perlu antri tiket karena sudah beli online via web resminya. Tinggal discan petugasnya 'bip' - selesai. Kita boleh masuk ke area Legoland.

Area Legoland Themepark ternyata lumayan luas dan terbagi-bagi menjadi beberapa theme area. Silakan dipelajari sendiri di web Legoland.

Sebelum memulai menyusuri satu persatu, jangan lupa untuk menyewa stroller untuk yang bawa anak kecil. Sewa Single Stroller RM30. Double Stroller RM45. Sewa locker untuk koper dan  wheelchair untuk manula juga tersedia.

single stroller

Tips: pakailah baju yang nyaman dan menyerap keringat.  Bawa topi, kacamata, kalau perlu sunblock atau handuk basah karena Legoland panassssss banget.

Untuk makan siang kita sempat mencoba Market Restaurant dan Pizza Mania untuk cemilan menjelang sore. Menu makan siang di Market Resto ini standard ya, nasi dengan roasted chicken, ada juga spaghetti meatballs, dan pilihan kids meal: nugget ayam atau ikan. Rasanya sih menurut saya biasa saja. Lumayan buat pengganjal perut.

Nah kalau resto PizzaMania ini pizzanya enak. Tipis, garing dan toping keju mozarellanya banyak. Sayangnya Matteo gak sempat nyobain pizza karena ketiduran di bangku sofa restoran. Saambil ngemil pizza bisa sekalian numpang nidurin anak bobo siang dulu. lumayan.


Oya, saya paling suka ke tempat wisata yang kids friendly seperti ini dimana toilet untuk anak-anak gampang ditemukan, ada toilet, urinoir dan wastafel mininya. Anak jadi bisa mandiri setiap saat ke toilet.

wastafel mini

Untuk oleh-oleh juga banyak pilihannya. Silakan masuk ke Big Shop atau Souvenir shop yang ada di sana. Mulai dari baju, topi, mainan, magnet, apa aja ada. Saya hanya beli topi darth vader kesukaan Matteo dan beberapa magnet kulkas untuk tambahan koleksi. Mainan Lego? saya tidak beli karena (untunglah) Matteo lebih pilih topi daripada mainan. hehe.

Belanja suvenir di big shop

Kira-kira jam 4 sore kita sudah siap-siap pulang karena harus menunggu bis lagi menuju JB Sentral. Dan lagi-lagi kita menunggu lumayan lama sampai bis datang. Tiba di hotel lagi sekitar jam 6 sore. Langsung mandi, istirahat sebentar dan di sinilah saya baru sadar kalau hp saya hilang entah dimana.

Jumat, 03 Mei 2014

Hari ini terakhir di JB sebelum pulang ke Jakarta dan harusnya rencana kita pergi ke JPO (Johor Premium Outlet) tapi sengaja dibatalkan karena tidak berani ambil resiko Matteo yang panasnya masih naik turun. Lalu diputuskan untuk jalan-jalan muterin JB city square. mol lagi mol lagi gapapa yaaaa....

Di dalam mol kita sempatkan beli oleh-oleh snack, white coffee dan teh tarik  khas malaysia di toko Kapitan (lupa di lantai berapa). Setelah itu kita makan siang di Dragon-i karena penasaran kenapa kalau lewatin resto ini selalu rame banget. Ternyataaaa setelah dicicipi menu resto haram ini banyak macamnya dan makanannya enak. Total kerusakan makan disini hampir RM300. Gapapa mahal dikit, kan hari terakhir :D

pesan bapao lucu di Dragon-i

Selepas kenyang makan siang, kita langsung menuju terminal bis untuk menunggu airport shuttle bus gratis yang akan mengantarkan kita ke Senai Airport. Ternyata bisnya sudah tersedia di jalur 1 dan tidak pake ngetem lama langsung cuzzz berangkat. Padahal kursi penumpang masih banyak yang kosong loh. Beda banget sama Damri ya. hehe.

Kita tiba di Soetta sekitar jam 5 Sore waktu Jakarta dan bersyukur banget walaupun Matteo sempet panas, hp saya hilang tapi liburan kita sesuai rencana dan lancar. Senangnya bisa liburan keluarga walau cuma sebentar.

Oya selama liburan di JB saya sama sekali ga mual muntah loh disana, tapiiiiiiiiii begitu sampai di mobil pas di parkir inap bandara Soetta, saya langsung eneg, mual, maboklah pokoknya. hahahhaha.

happy faces sebelum chek out

Pertanda apa ya kirakira? ;)

Wednesday, February 26, 2014

#RunForLove


Hujan yang mengguyur Jakarta sepanjang malam di hari Sabtu tidak membuat kita patah semangat untuk lari berdua di keesokan harinya.

Jam 0500 pagi kita sudah start berangkat dari rumah menuju gathering point di FX Sudirman. Jalanan masih basah bekas hujan dan menyisakan genangan sana sini, eh tapi bukannya justru malah enak ya lari dengan cuaca seperti ini. hawanya adem, gak kepanasan.

Setibanya di FX sudah lumayan banyak peserta lari yang datang. wah ternyata yang bersemangat bukan hanya kita saja, senangnya :)

Sambil menunggu peserta lari berdatangan, saya menemani Matteo muter-muter dengan sepeda kecilnya di pelataran dekat panggung. Saya lihat ada beberapa anak seumuran Matteo diajak ikut lari juga oleh orang tuanya, tapi saya ragu daripada di tengah jalan nanti kecapekan minta gendong, lebih baik nunggu mama dan baba finish sambil sepedahan aja ya nak.

Setelah briefing sebentar, akhirnya tepat jam 0630 panitia melepas seluruh peserta #RunForLove 5K. Rutenya adalah melewati sepanjang jalan sudirman lalu naik jembatan semanggi, turun lagi dan putar di Ratu Plaza, finish di FX kembali.

Untuk kami berdua yang baru memulai kembali olahraga dan belum pernah lari berdua sejauh ini, pengalaman hari itu adalah luar biasa. Apalagi setelah finish masing-masing mendapat medali berbentuk hati yang keren banget. 

Uh senangnya kita bisa jadi bagian #RunForLove yang diadakan @TheUrbanMama. Sukses selalu TUM! ditunggu event keluarga sehat berikutnya :-*


Friday, October 18, 2013

3 hari di BKK


Liburan kali ini cuma bertiga saja, tapi seru dan sukses. Mama, papa dan saya yang ketiga-tiganya belum pernah ke BKK. Booking tiket pesawat jauh-jauh hari dan ga ada pikiran apa-apa waktu saya booking bulan Oktober. ternyata oh ternyata tanggal liburan ini gak jauh dari anniversary ke 37 nya papa-mama di bulan yang sama. 

Nah karena kebetulan yang indah itu tadi, sekalian ajalah saya jadikan momen gimana caranya bikin itinerary yang enak, nyaman, hepi dan gak terlupakan buat para eyangs ini, itung-itung buat kado anniversary mereka berdualah, jadilah saya yang paling getol nyari info sana-sini supaya misi saya berhasil.

Lagipun ini pertama kalinya juga saya liburan sama ortu-bertiga aja.. Biasanya kalau liburan keluarga itu udah kayak bedol desa,  ada anak, cucu, mantu, mertua ikut semua. tapi kali ini kita nekat, saya saja yang jadi tour guide merangkap mat kodak (alias tukang foto), plus tukang bawa oleh-oleh, tukang nawar, semuanya aja boleh deh. hyuk. :)

Hari #1

Kita sampai BKK jam 9 malam, check in di hostel (senangnya punya ortu ga rewel bobo di hostel ala backpacker)-cari makan, trus tidur. istirahat buat persiapan besok.

Hostelnya sendiri rekomended. Kita tidur sekamar 3 bed. biarpun kecil tapi bersih, toilet-sprei-kamarnya bersih. kasurnya empuk dan lingkungannya tenang, ga berisik. Pagi harinya papa-mama komen kalau kasurnya enak, mereka bisa bobo nyenyak. syukurlah..

Tadinya kita mau sarapan di hostel, tapi berhubung terlalu semangat, jam 8 pagi kita udah pada siap mau jalan, sementara breakfast buka jam 0830. Akhirnya kita keluar hostel, nyari sarapan. 

Surprisingly, di pinggir jalan dekat hostel kita buanyaaaaaaakk jajanan sarapan. Ada yang jualan pisang rebus, ayam goreng, jajan pasar, babi goreng garing, bihun/mie kuah pake babi/baso, sampai kita berhenti di depan tukang bubur nasi panas pakai pork.. hehe si eyangs jauh-jauh ke bkk sarapannya bubur juga :p

Selesai sarapan kenyang, kita naik taksi ke Grand Palace. Itin nya sengaja bikin nyontek sama tour guide, karena kan ini perdana, jadi temple is a must ya.

Harga tiket masuk Grand Palace 500 baht. masuk ke sini pakaian harus sopan, jangan pakai yukensi, celana pendek. kalo udah telanjur berbaju kebuka, mereka sedia kain kok. oya jangan lupa bawa topi, kacamata item karena cuacanya gak jauh beda sama jakarta. panas!


Next, kita jalan kaki ke Wat Pho. Papa udah ribut aja nyuruh kita naik tuk tuk, tapi anaknya ini gak bolehin lha wong deket kok...jalan kaki sambil makan nanas aja gak kerasa tau tau nyampe. maaf ya pa, tour guide nya sadis hahaha.

Harga tiket masuk Wat Pho 100 baht. dapet free drink aqua kecil dingin. lumayaaann...abis panas-panas jalan kaki pasukan udah haus banget. hihihi.

hanimuners yg hepi banget :)

Selesai muterin patung reclining budha, kita masih punya waktu karena jam masih siang. Dan si tour guide abal-abal ini lupa harusnya masih ada satu temple lagi yang layak kunjung, ke Wat Arun naik boat. Baru inget pas udah di jalan naik taksi menuju Siam Discovery. Untungnya para eyang itu gak komplen kehilangan kunjungan 1 kuil, mungkin gara-gara kepanasan kali ya...

Sebenernya kunjungan ke Madame Tussaud ini adalah itin saya buat besok, tapi karena jam masih siang -masih banyak waktu. yaudah cuzz kita kesana. Madame Tussaud ini letaknya di dalam mol Siam Discovery, di lantai 6. Saya sengaja jauh-jauh hari beli tiket online demi kepraktisan aja, biar gak pake ngantri dan gak keluar duit baht lagi.








si papa tau aja cewe cakep. giliran ditanya siapa dia tau gak? "gatau" -___-

Puas foto-foto di patung lilin, kita pulang ke hostel. papa-mama mau istirahat dulu katanya. abis makan trus bobok siang. #eaaaa.... baiklah. sementara papa-mama bobok, tour guide ini leyeh-leyeh dulu di teras sambil memanfaatkan wi-fi hostel yang super kenceng. sambil telfonan sama Matteo. hiks kangen :(

Sore harinya kita siap-siap jalan kaki ke Dhusit Tani Hotel yang jaraknya cuma 10 menit jalan kaki untuk agenda selanjutnya: Dinner Cruise.. Di lobby hotel itulah kita nunggu dijemput sama team ChaoPraya dinner cruise. Setengah jam kemudian kita udah di lokasi semacam mol entah dimana, yang berfungsi sebagai dermaga sebelum naik ke atas kapal pesiar.

Nah sampai disini sepertinya dewi fortuna lagi baik banget sama kita nih. Waktu pesan dinner cruise via online ini saya kan gak tau bakal kayak apa, duduk dimana, makanannya apa, bla bla bla. Begitu kapal pesiarnya udah merapat di dermaga, pengunjung dibolehin naik kapal dengan membawa tiket yang sudah tertera nomor tempat duduknya.

Tiket kita nomor 28. Ternyata eh ternyata, kita dapat seat di dalam kapal yang ada AC nya dong. untung bukan tempat duduk yang di dek bagian atas, kasian nanti eyangs pada masuk angin kena angin malem walopun dari segi pemandangan lebih bagus sih, bisa puas lihat tanpa halangan jendela.

Kita dapat duduk yang dekat jendela which means pas banget. trus meja kita deket sama penyanyinya. thank god suara penyanyinya bagus, bisa nyanyi lagu berbagai negara termasuk lagunya KD yang 'pilihlah aku' dan 'kopi dangdut'. lumayan menghibur lah ya buat eyangs yang menantinanti lagu indonesya hihihi...

Makanannya? enak. prasmanan gitu. macem-macem mulai dari nasi goreng sampai sushi juga ada. Disini papa-mama keliatan banget sumringah. kebawa aura liburan kali ya...saking senengnya liat mereka, saya sampe ga nafsu makan....foto2in mereka aja bak hanimuners. Soooo happy to see them happy :)

romantic diner on a cruise

Durasi makan malam sambil muterin Chao Praya kirakira sekitar 1 1/2 jam. Jam 2130 kapal merapat lagi untuk nurunin penumpang. Kita dibalikin lagi ke Dhusit Tani hotel, dari situ ke hostel jalan kaki sambil cuci mata sepanjang jalan menuju hostel. Ternyata yang kita lewatin itu adalah pasar malem yang akhirnya hari kedua baru saya tau kalau itu adalah Patpong Night Bazaar. Gak ngeh karna plang nya ketutupan lapak penjual.


Hari k#2

Karena hari kedua ini adalah hari Minggu, maka sesuai itin yang saya buat dan saran dari staf hostel yang ramah, kita HARUS ke Chatuchak market.

Saking semangatnya kita sampai skip sarapan di hostel karena si mama minta bubur panas pork kayak kemaren. baiklah....

Kenyang sarapan, off we go to Chatuchak by sky train. Jalan kaki ke SalaDaeng Station yang dekeetttt banget dari hostel. seneng deh kemana-mana deket dari hostel.

Dari SalaDaeng Station kita transit di Siam, pindah kereta ke arah Mo Chit Station. Wow ternyata banyak turisturis juga yang pagi-pagi udah menuju Chatuchak. jadi penasaran kayak apa sik pasarnya.

Ternyata ya disini surganya beli oleholeh. selain macamnya banyak, harganya pun murah makkk...kalap deh papa-mama belanja, sampesampe si papa mau tuker rupiahnya trus udah ngantri panas-panas ternyata money changernya gak terima uang rupiah! haha kasian si papa..

Sekitar 2 jam kali ya kita blusukan pasar, nyari ini itu, nawar pake bahasa tarzan (tks to calculator sebagai mediator tawar menawar kita) dan pulangnya kita naik taksi karna ga sanggup nenteng belanjaan. capek dan sumuk.

Sampai di hostel, naro belanjaan dan lagi-lagi para eyangs bobo siaaaanggg..... hahaha. biarlah yang penting mereka sehat dan gak rewel hehe.

Abis para eyangs bangun bobok siang, kita ke platinum naik bis nomor 77. yeay naik bis! saya emang paling penasaran gimana rasanya naik bis di Bangkok yang tampangnya serupa metromini di Jakarta ini. Naik bis cuma 10 baht/orang, samalah ya sama di sini sekitar 3ribuan. Bedanya di dalem bis ini ada kipas angin 3 biji di atapnya. jadi biarpun gak pake AC, tetep nyamanlah. Oiya 1 hal lagi yang saya perhatikan, si kenek wanita bawa semacam kaleng celengan yang dibunyiin cring! cring! cring! kalo narikin duit penumpang dan kaleng ini bisa dibuka, di dalamnya buat naro koin/kembalian dan karcis yang nanti dikasih ke kita setelah bayar. modal juga nih bis butut pake bukti karcis segala...

Bis berhenti di depan Central World. mol gede. kita turun disitu trus nyebrang jembatan penyebrangan, jalan kaki menuju Platinum. dari jauh kelihatan rame pengunjung. jadi penasaran juga sih karena belum pernah kesini.

Sampai di Platinum ini kita agak kecewa karena dalemnya persis ITC di Jakarta. sebelumnya emang pernah baca review juga sih tapi gak nyangka kalo mirip ITC beneran ternyata ya. Baru muterin sekitar 10 menit kita putuskan kalo balik aja ke hostel karena gak ada yang mau dibeli juga disini. kata papa "di sini gak ada oleh-oleh yang ada gambar gajahnya".

Eh tapi sebelum jalan pulang, saya sempat ngelewatin toko baju anak-anak yang jualan baju pesta dan jas. Nah, kebetulan saya emang lagi nyari buat Matteo pakai nanti di resepsi kawinan adik ipar. Kok ya kebetulan ada yang lucu dan eyang maksa suruh beli, karena murah katanya-dibanding jahitin di Jakarta. okelah kalo gitu, daripada pulang dari Platinum gak bawa tentengan...yaa kaannn :p

Pulang dari Platinum, eyang kung capek pingin istirahat di hotel katanya. okelah kita anterin eyang kung, trus saya dan mama jalan lagi keluar.....kemana lagi kalau bukan ke Patpong night bazaar lagi. haha. Dibanding kemarin kesini, kali ini bener-bener nyusurin dari ujung ke ujung. Trus sambil jalan kita sempet ngelirik lirik bar bar yang banyak cewe (entah cewe beneran ato jadijadian) pada nari-nari pakai tiang. Si mama nanyain penasaran, giliran aku ajak masuk dia nolak. haha.

Hari #3

Hari ini adalah hari terakhir sebelum balik ke Jakarta, kita jalan-jalannya gak jauh-jauh dari hostel, biar bisa cepet check out dan gak ketinggalan pesawat. Atas rekomendasi si staf hotel, kita pergi ke local market yang cuma 5 menit jalan kaki dari hostel. di sana banyak lapak jualan sih, tapi buat kita gak ada yang menarik. semacam emperan blok m kali ya kalo di sini. dan tetep aja "gak ada gambar gajahnya" kata papa. haha.

Lalu kita putuskan pergi ke MBK naik sky train demi 'oleh-oleh yang ada gajahnya' biar si papa seneng.

MBK rame juga ya ternyata, banyak ketemu orang indonesia disana. apalagi begitu sampai food court nya,  sana sini banyak orang-orang berbahasa indonesia.

Di food courtnya MBK nemu makanan yang si mama suka banget. semacam beef soup tapi kuahnya kaldu banget, disiram di atas soun lembut. panas-panas gitu. si mama berkalikali bilang enak.

Pulang dari MBK kita balik ke hostel dan siap-siap check out. Koper kita sudah bengkak, saatnya pulang ke Jakarta. kalo dilihat dari mukanya, para eyangs sepertinya puas liburan kali ini .

Sebenernya masih ada 2 spot yang pingin banget saya kunjungin, Chinatown dan floating market. tapi karena keterbatasan tenaga para turis sepuh ini hehehe mungkin next time harus balik lagi kesini ya.  Amin.


Monday, June 24, 2013

Mudik Kediri 2013

heyhooo...

Akhirnya liburan juga dengan keluarga besar. Kali ini curi start mudik duluan ke Kediri nyambung ke Malang. Rencananya mau sowan eyang-eyang di Kediri yang sudah lama banget gak dikunjungi sekalian  abis itu lanjut jalan-jalan ke Malang. 

Jumat, sekitar jam 11 siang kita sudah sampai di Surabaya. Dijemput pakai Elf gede banget udah kayak turis yang seterusnya bakal nemenin kita sampai ke Malang, diajak makan siang di Primarasa trus muter-muter kota Surabaya sebentar nyobain es krim Zangrandi yang konon mirip semacam Ragusa kalo di Jakarta. Abis itu setelah keliling kota Surabaya yang nanggung-kita mampir sebentar di rumah Mas Hari. oh senangnya punya saudara baik hati...

Kenapa nanggung? karena kedatangan kita sebenarnya sudah ditunggu-tunggu sama Bupuh Lastri di Kediri. ya karena tujuan utamanya memang sowan kesana, jadi mau gak mau kita cusss dari Surabaya ke Kediri yang makan waktu sekitar 3 jam lebih. 

Persis sampai depan halaman rumah Bupuh, disambut hujan deras sekali. Suasana rumah langsung hangat dengan obrolan lepas kangen, ketawa-tawa sambil makan rawon bikinan Bupuh Lies yang maknyuz sekali, ditambah lagi dengan polah dua anak yang ga berhenti-hentinya main kejar-kejaran pakai sapu. siapa lagi kalo bukan Matteo & Stefan. Rame!

foto keluarga dulu

Karena hujan yang lumayan awet, saya batal mau jalan-jalan naik becak muter-muter ke Jalan Daha. Apalagi  Matteo yang udah rengek-rengek minta kelon bobo, kecapekan dia kayaknya abis long trip Jkt-Sby plus kejar-kejaran pake sapu itu tadi. wasalam lah ya, mari kita bobo saja. 

..............................................................

Sabtu pagi naik becak sama mamah/eyang ti nyari sarapan pecel tumpang. Pecel tumpang itu sebenarnya ya pecel sayuran tapi ditambahin selain bumbu kacang ada tempe semangitnya (kalau kita bilangnya tempe bosok/busuk ngono lah). Lumayan sih rasanya, nyemek-nyemek gitu.

Karena perjalanan ke pecel tumpang naik becak lumayan deket, Matteo ngambek minta naik becak lagi. Akhirnya kita ajak Matteo nyekar ke makam bapaknya papah/eyangkung, naik becak yang agak jauhan biar puas. uh girang banget Matteo poninya kiwir-kiwir kelibas angin becak.






Selesai nyekar, kita beberes sekalian pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Malang. tepatnya ke Batu Malang. yes! off we go to Batu Secret Zoo...

Perjalanan dari Kediri ke Batu Malang butuh waktu sekitar 3 jam. Kita cuma berhenti 2x, pertama di daerah Pujen, makan baso malang sekalian beli oleh-oleh kripik buah-buahan.Yang kedua, kita berhenti di toko oleh-oleh (lagi) Macan, yang konon katanya kripik kentangnya enak. Toko Macan ini enak loh, walaupun tokonya kecil tapi lengkap, packing kardusnya rapi, dan bisa gesek kartu (penting).

Sekitar jam 1 siang kita sampai di Batu Secret Zoo. Lumayan rame ternyata karena liburan anak sekolah. Harga Tiket Masuknya Weekdays 75rb, Weekend 90rb. Gak nyesel bayar segitu! karena di dalam BSZ selain kebun binatang, juga ada wahana main anak & dewasa GRATIS!!! plus ada water park GRATISS!! ada fun house GRATISS!! playground GRATISS!!.... hepilah kalo gratisan sana sini mah. hihihi.

















Oya satu lagi perlu dicatat, ternyata komplek BSZ itu luaaaaaaaasss dan nanjak -____-. jadi stroler sangat berguna banget di sini buat yang bawa bayi dan balita.

Sampai akhirnya PapaChan nyerah, nyewa e-bike. dan kepake banget emang. selain buat rebutan krucils, juga bisa buat tempat nitip tas biar ga berat. hosh..hosh..hosh..

e-bike yg jadi rebutan -__- 

yangkung yg bingung nyobain e-bike hihi

Keluar dari arena BSZ ini sudah jam 1830. udah gelap dan laparrrrr. Lanjutlah kita menuju Batu Suki cottage tempat kita nginep eh kok ya kebetulan ada restorannya yang ada menu suki-sukian. cocoklah, udara dingin ketemu makanan yang panas-panas.

Perut kenyang-kita langsung check in. Tadinya sempet tanda tanya enak gak ya entar tempat nginepnya...eh ternyata sampai di Batu Suki Cottage kita sumringah semua. Tempatnya bagus, rapi, bersih, perabotnya juga masih terawat. Kita pesen via Agoda yang 1 rumah isi 3 kamar biar makin guyub. syukurlah tempatnya nyaman dan homey. sayang gak kefoto karena kamera saya low-batt. lupa bawa charger :(

Abis makan, mandi, istirahat sebentar, kita lanjut ke BNS (Batu Night Spectacular) yang sayang banget kalo dilewatkan walopun badan udah pada patah-patah.

BNS ini semacam arena hiburan malam warga setempat tapi cakep, banyak lampion yang bikin suasana malam di Batu Malang jadi cantik. Trus wahana permainannya juga lumayan banyak. Satu-satunya yang pengen dinaikin adalah Sepeda Udara. Jadi sambil naik sepeda udara, kita bisa lihat pemandangan BNS yang spektakuler dari ketinggian. lampu-lampu warna-warni dan lampion-lampion yang cantiiiiiiiiikkkkk. Gak rugi lah ya malem-malem dipaksain kesini.

Sekitar jam 2300 kita pulang dari BNS, pesertanya udah pada loyo, capek semua. Matteo & Stefan dikerokin bawang merah campur telon dulu sama eyangti biar boboknya pules gak masuk angin. Lepas midnight kita bobo semuanya....zzzzzZZZZZ.

...................................

Minggu paginya abis sarapan, siap-siap check out dari Batu Malang menuju Juanda airport. Tadinya mau mampir makan siang di Toko Oen, tapi karena waktunya mepet dan pak supir sepertinya takut macet akhirnya kita cuma bungkus roti, lemper, lumpia basah, roti kayumanis by Toko Oen, yang mana semuanya enak-enak!

Bener kan, sampai bandara udah jam 1600. sementara flight kita jam 1710. Lumayan ngepas waktunya untuk check in bagasi yang oleh-olehnya segambreng.

Senangnya mudik sparta ini sukses...anak-anak sehat, orang tua sehat semuanya sehat...next time kayaknya musti balik lagi ke Malang deh, masih penasaran ngubek-ubek kotanya.  

Monday, March 11, 2013

Kunjungan ke Serpong

Wah wah wah blog ini terbengkalai lagi. Pemiliknya sedang sibuk atau pura-pura sibuk (baca: malas) nih? Sibuk dong pastinya. 

Puji tuhan, masih dipercaya dikasih tanggung jawab lebih sama si bos walaupun tentunya agak susah nyuri-nyuri waktu untuk nulis, tapi kecintaan untuk selalu membuat catatan kecil gak pernah surut. Semoga semakin disiplin dan tambah rajin nulis ya ma *pukpuk pundak sendiri*.

Kali ini mau nulis sedikit ah tentang bakal sarang baru mumpung masih excited setelah kunjungan sebentar di Sabtu siang kemarin.

Syukurlah sekarang lagi tahap bangun tembok samping. Ditambah lagi jalan depan kompleks lagi proses pelebaran. Yang terakhir itu kita gak duga sama sekali, alias pasrah nga ngarep. pikir kita ah palingan janji manis developer doang. Eh ternyata pas kunjungan kita kemarin ke sana, di pinggir jalan kanan kiri sudah banyak bangunan dirobohin demi pelebaran jalan. Senangnya J

Makin senang lagi begitu lihat lingkungan tetangga yang mulai ramai kanan-kiri. Jadi semangat ini nabungnya buat bikin kitchen set hihihi.

tetanggas yang mulai ramai

Tapi ada yang lebih senang lagi nih kalau dibilang mau ke Serpong. Siapa lagi kalau bukan Matteo J karena di sana dia bisa bawa truk kesayangannya, kotor-kotoran main pasir dan angkut batu bata merah ke dalam truknya, sementara mama dan babanya ngobrol sama mandor.

yeay, anteng!

Apalagi pulangnya dari situ, kita mampir ke playground Ricastro yang lokasinya di pinggir jalan, gak jauh dari kompleks rumah.

Playground ini sebetulnya semacam kumpulan dari mainan yang suka ditemukan di pasar malam, tapi sama pemiliknya dibikin lahan khusus outdoor pakai atap biar gak panas banget, di lahan itu ada berbagai macam wahana permainan anak-anak yang harganya terjangkau alias murah meriah.

Kalau dilihat sih lumayan lengkap ya playgroundnya, ada musholla dan cafetarianya juga. Mainannya mulai dari istana balon sampai flying fox dan trampolin macam bungee jumping juga ada. Lumayanlah buat alternatif anak-anak main kalau bosen ke mol.

Asik juga kok, gak kalah seru deh sama Lollipops, Chipmunks atau tempat bermain sejenis di mol. Bedanya kalau main di sini pakai kringetan dan panas-panasan. Yaiyalahhh … Cuma bayar 25ribu bisa dapet 7 tiket wahana :) 

Ayoklah kita melipir dulu, mumpung murah. hihihi.

istana balon 

kincir-kincir 

kereta-keretaan 

sampan gantung 

ada kora kora mini!

Jadi begitulah jalan-jalan kita wiken kemarin. semua senang, semua tepar :)