Showing posts with label makanan. Show all posts
Showing posts with label makanan. Show all posts

Monday, June 13, 2011

Nugget ayam keju

lagi asik ngemil nuget sambil liat animal show

Terinspirasi waktu nyuapin Matteo pas jalan-jalan ke TSI sabtu kemarin, kenapa gak coba bikin sendiri? mumpung anak lagi doyan.

Setelah browsing sana sini, nanya kiri kanan, akhirnya nemu resep homemade chicken nuggetnya bunda zahra. tapi setelah dipelajari bahannya pakai roti tawar. karena lupa beli, akhirnya saya pakai resep dari kakak sendiri alias mama stefan :)

Ini dia resep nugget ayam keju yang dia kirimkan via email (asiik ada kejunya :D)

-300gr daging ayam cincang
-100ml susu cair
-2 butir telur
-50gr maizena (saya pakai 2 sdm aja-takut keras)
-2 sdt garam
-1sdt lada bubuk
-1sdt gula pasir
-1sdt kaldu bubuk (optional ya)
-150gr keju cheddar parut
-1 butir telur kocok
-tepung roti

Resep tambahan dari saya:
- bawang putih cincang
- 1/2 bawang bombay cincang
- 1 batang wortel, rebus sampai empuk, potong kecil2

Cara bikinnya:
panaskan butter, tumis bawang putih, bawang bombay sampai harum-sisihkan. di baskom campurkan daging ayam, maizena, wortel, susu cair, telur, garam, lada, kaldu bubuk, tumisan bawang bombay & bawang putih, aduk rata. masukkan keju parut, aduk. masukkan ke loyang tahan panas atau loyang biasa yang sudah diolesi margarin. kukus selama 20-30 menit. potong2 nugget ukuran 2 x 3 cm. jangan terlalu tebal biar gampang matang.

celupkan ke telur kocok, gulingkan ke atas tepung roti. taruh di wadah dan simpan di freezer selama kurleb 2 jam, goreng sesuai kebutuhan.

karena gak punya pyrex atau loyang panjang yang muat masuk ke panci kukus, seperti biasa saya pakai loyang pie kecil bergelombang andalan untuk wadah adonan nuget. Ternyata malah enak gak usah pake dipotong-potong segala, tinggal celup ke telor kocok dan diguling ke tepung roti.

Saya kemarin bikinnya malam hari, besoknya tinggal langsung digoreng buat sarapan, trus bekel mama ke kantor, makan siang Matteo, cemilan iseng ehhh kok banyak yah :D

Sejujurnya saya tenang kalau ada makanan cadangan gini, misalnya Matteo susah makan tinggal ambil dari freezer dan goreng, makan pakai nasi hangat. problem solved!

Wednesday, June 1, 2011

Mie goreng sehat


Setelah mengalami pup keras selama seminggu, sekarang Matteo sedang di fase bosan masakan mama, alias lagi ngambek makan yang pake kuah. nah lohhh. Ya bukan salah siapa-siapa juga sih. dulu saya bikinin pasta gak terlalu doyan, digorengin ikan balur tepung roti gak dimakan, dimasakin sayur kari cuma ditelen 2 sendok. punya anak memang melatih kesabaran ortu sepanjang masa yaaa...... *ngelap panci kencengkenceng*

Saya cek gigi Matteo tidak ada gejala nambah gigi lagi, dan waktu hari Minggu saya bungkus soto ayam beli di kantin gereja kok ya makannya bisa habis banyak. tapi saya yakin itu soto pakai penyedapnya kebanyakan, jadi emang gurihnya nampol banget ketimbang masakan saya yang asinnya semriwing doang.

Lalu saya ingat mie sehatnya jeng cringcringcring. saya pesan mie sehat yang tomat dan bayam sekalian sosis wortelnya. Mungkin Matteo bosan makan nasi. oke mari kita ganti menunya dengan masak mie.

Bahan:
- 2 siung bawang putih, cincang
- 1/2 bawang bombay, cincang
- 5 kuntum brokoli, rebus sebentar, potong kecil
- jamur kancing, potong kecil
- 1 butir telur
- kecap asin
- 1/2 sdt garam
- minyak wijen
- kecap manis
- butter

Cara buatnya:
- rebus mie sehat sampai empuk, tiriskan, taburi minyak wijen dan kecap manis hingga rata
- tumis buter, bawang putih & bawang bombay sampai harum
- masukkan telur ayam, buat orak arik
- masukkan jamur dan brokoli, aduk
- tambahkan mie sehat, kecap asin & garam. cicipi
- kalau rasanya sudah pas, sajikan

Lumayan, Matteo kembali lagi nafsu makannya. kata si mbak, sisa dikit di piringnya. horeeeee mama girang banget kayak abis gajian :p

*gambar diambil dari lapaknya cringcringcring

Friday, April 8, 2011

Tahu keju panggang



Salah satu menu laut yang belum dicoba Matteo adalah udang. Selain bingung mau dimasak apa, saya sendiri jarang masak udang untuk menu harian.

Terdorong oleh semangat “Matteo-harus-coba-semua-seafood-supaya-bisa-kencan-berdua-mama-sambil-makan-sushi”lah akhirnya semalam saya masuk dapur.

Menu ini dipraktekkan dari Koki Cerdik yang amat sangat berjasa buat saya yang setiap malam selalu merenung “Matteo besok makan apa ya?” dan selalu berakhir dengan membuka kulkas lalu meracik di dapur setelah membaca buku ini.

Tahu Keju Panggang, ada di halaman 60 di sub judul makan siang. Dan dengan briliannya saya ganti daging sapi giling dengan udang giling. Hihihi.

Bahannya:
- 1 buah tahu putih besar (saya pakai 5 kotak tahu putih kecil), haluskan, peras airnya
- ½ wortel , potong kecil
- Paprika merah potong kecil (paprika kuning atau hijau boleh juga kok)
- 5 batang baby buncis, potong kecil (ganti brokoli juga boleh)
- 100gr daging sapi giling (saya ganti udang kupas giling)
- 50gr jamur kancing, cincang halus
- 2 butir telur ayam
- 2 siung bawang putih, haluskan
- butter untuk menumis
- ½ buah bawang Bombay, cincang halus
- ½ sdt garam
- ½ sdt gula pasir
- ½ sdt merica bubuk
- 50gr keju cheddar parut, untuk taburan

Caranya:
- Lelehkan unsalted butter di wajan, tumis sampai harum bawang putih dan bawang bombay
- Masukkan wortel, paprika, baby buncis, jamur, aduk sebentar, angkat
- Di wadah yang lain, campurkan tahu, udang giling, telur, aduk rata. Masukkan tumisan sayur, tambahkan garam, gula dan merica bubuk, aduk rata
- Tuang adonan ke dalam loyang, taburi keju
- Panggang di oven selama 20 menit di suhu 180C

Friday, April 1, 2011

Pancake


Beberapa minggu yang lalu saya beli tepung pancake ORGRAN karena kok ya kasihan lihat Matteo yang 3x makan setiap hari tapi menunya cuma satu macam dari makan pagi sampai sore. Yang beda hanya cemilan biscuit dan buah saja.

Lalu saya pikir kenapa juga gak coba bikin pancake atau roti panggang semacam bruchetta untuk sarapan? Hmmm, berhubung pagi adalah waktu yang amat pendek dan super rempong, maka saya cari tepung pancake instan.

Saya nemu tepung pancake ORGRAN ini di Hero. Sepertinya aman dan cocok buat anak-anak karena gluten free, yeast free, dairy free, dan free-free lainnya seperti tertulis di kemasan.

1 dus berisi 375gr tepung adonan. Di belakang kemasan ada gambar petunjuknya: untuk membuat pancake memakai semua adonan, musti ditambahkan 3 butir telur, 240ml air dan 90ml susu.

Karena baru pertama coba dan tidak mau langsung masak sekaligus, maka tepung saya bagi 3 kloter, begitu pula dengan penambahan telur, air dan susu, semuanya dibagi 3.

Dari 1 kloter adonan pancake itu, saya bisa bikin sarapan Matteo 3 hari berturut-turut dengan style yang berbeda.

Sarapan hari pertama: pancake siram madu. Untungnya Matteo tidak terlalu suka manis, jadi madunya pakai dikit saja.

Sarapan hari kedua: tambahkan keju parut diatas adonan pancake yang sedang didadar di atas pan. Hmm paduan aroma butter dan keju memang enak ya.

Sarapan hari ketiga: tambahkan kismis cincang ke dalam adonan pancake dan kalau iseng taburi keju parut lagi. Hihihi.

Yang belum dicoba adalah menambahkan potongan pisang atau jagung manis. Mungkin nanti, kasih jeda dulu supaya tidak bosan.

Syukurlah 3 hari berturut-turut Matteo doyan sarapan pakai pancake ini. Masih ada sisa 2 kloter tepung lagi. Hihihihi ternyata selain hemat, sehat, juga solusi buat mama yang mati gaya kasih sarapan apa untuk anaknya.

sayang ga ditulis: cashier free :P